lampiran dokumen penawaran

[ Komentar Facebook]

Forum khusus pelepas stress karena lelang. Silakan posting jokes, perkenalan, hiburan, dan lain-lain asal tidak menyangkut SARA, Penghinaan, Pornografi dan hal-hal yang melanggar hukum

lampiran dokumen penawaran

Postoleh jasarullah » 29 Feb 2012, 19:39

perpres 54/2010 jls disrh menyederhanakan proses pelelangan dgn tdk meminta semua lampiran yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan kecuali pd saat pembuktian kualifikasi dan dilarang meminta/menambah persyaratan yg tdk disyaratkan dlm perpres 54/2010, tp pd umumnya panitia lelang di aceh sepertinya tdk menghiraukan apa yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 itu. buktinya dlm dokumen penawaran wajib melampirkan semua yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan dan apabila tdk dilampirkan langsung digugurkan, bahkan yg tdk dipersyaratkan dlm perpres 54/2010 misalnya SRP (sertifikasi registrasi perusahaan) yg dikeluarkan oleh kadin wajib dilampirkan utk paket pengadaan barang. dlm perpres 54/2010 yg wajib adalah SIUP dan tdk mengenal yg namanya SRP dari kadin itu. Yg cukup menarik lg pd tender e-proc yg gk da bedanya dgn tender manual dimana panitia meminta semua dokumen penawaran harus ditandatangani, pakek materai dan di stempel lalu di scaner baru dikirim melalui lpse shg tender e-proc kesannya lbh banyak mengeluarkan dana dari pada tender manual karena harus di scaner semua sebelum dikirim via lpse pada hal dlm perka lkpp tentang e-tendering tdk demikian halnya di suruh. Disini terkesan panitia lelang di aceh kayaknya tdk mau melaksanakan seperti yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 dan perka lkpp tsb, apakah ini bukan pekerjaan melawan hukum namanya? tolong kawan-kawan yg suhunya pbj ditanggapi permasalahan tsb diatas,... :red:
jasarullah
Newbie
Newbie
 
Post: 31
Bergabung: 12 Feb 2012, 22:59

Re: lampiran dokumen penawaran

Postoleh khalid » 29 Feb 2012, 20:07

jasarullah menulis:perpres 54/2010 jls disrh menyederhanakan proses pelelangan dgn tdk meminta semua lampiran yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan kecuali pd saat pembuktian kualifikasi dan dilarang meminta/menambah persyaratan yg tdk disyaratkan dlm perpres 54/2010, tp pd umumnya panitia lelang di aceh sepertinya tdk menghiraukan apa yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 itu. buktinya dlm dokumen penawaran wajib melampirkan semua yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan dan apabila tdk dilampirkan langsung digugurkan, bahkan yg tdk dipersyaratkan dlm perpres 54/2010 misalnya SRP (sertifikasi registrasi perusahaan) yg dikeluarkan oleh kadin wajib dilampirkan utk paket pengadaan barang. dlm perpres 54/2010 yg wajib adalah SIUP dan tdk mengenal yg namanya SRP dari kadin itu. Yg cukup menarik lg pd tender e-proc yg gk da bedanya dgn tender manual dimana panitia meminta semua dokumen penawaran harus ditandatangani, pakek materai dan di stempel lalu di scaner baru dikirim melalui lpse shg tender e-proc kesannya lbh banyak mengeluarkan dana dari pada tender manual karena harus di scaner semua sebelum dikirim via lpse pada hal dlm perka lkpp tentang e-tendering tdk demikian halnya di suruh. Disini terkesan panitia lelang di aceh kayaknya tdk mau melaksanakan seperti yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 dan perka lkpp tsb, apakah ini bukan pekerjaan melawan hukum namanya? tolong kawan-kawan yg suhunya pbj ditanggapi permasalahan tsb diatas,... :red:


Sanggah, sanggah banding, pengaduan, terakhir tuntutan hukum
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4122
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: lampiran dokumen penawaran

Postoleh alikasim » 01 Mar 2012, 08:47

jasarullah menulis:perpres 54/2010 jls disrh menyederhanakan proses pelelangan dgn tdk meminta semua lampiran yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan kecuali pd saat pembuktian kualifikasi dan dilarang meminta/menambah persyaratan yg tdk disyaratkan dlm perpres 54/2010, tp pd umumnya panitia lelang di aceh sepertinya tdk menghiraukan apa yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 itu. buktinya dlm dokumen penawaran wajib melampirkan semua yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan dan apabila tdk dilampirkan langsung digugurkan, bahkan yg tdk dipersyaratkan dlm perpres 54/2010 misalnya SRP (sertifikasi registrasi perusahaan) yg dikeluarkan oleh kadin wajib dilampirkan utk paket pengadaan barang. dlm perpres 54/2010 yg wajib adalah SIUP dan tdk mengenal yg namanya SRP dari kadin itu. Yg cukup menarik lg pd tender e-proc yg gk da bedanya dgn tender manual dimana panitia meminta semua dokumen penawaran harus ditandatangani, pakek materai dan di stempel lalu di scaner baru dikirim melalui lpse shg tender e-proc kesannya lbh banyak mengeluarkan dana dari pada tender manual karena harus di scaner semua sebelum dikirim via lpse pada hal dlm perka lkpp tentang e-tendering tdk demikian halnya di suruh. Disini terkesan panitia lelang di aceh kayaknya tdk mau melaksanakan seperti yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 dan perka lkpp tsb, apakah ini bukan pekerjaan melawan hukum namanya? tolong kawan-kawan yg suhunya pbj ditanggapi permasalahan tsb diatas,... :red:


numpang brooo.
saya berprinsif, aturan dalam Perpres 54/2010 tidak terpaku pada kebijakan suatu lembaga/asosiasi tertentu, karena Sertifikat/Produk dari Asosiasi/Lembaga Bukan merupakan/menjadi Syarat Mutlak pemenuhan dalam Proses PBJ dilingkungan APBN, jadi hanya data2 produk pemerintah yang ditekankan/tegaskan harus terpenuhi semisal SIUP, IUJK, Data Perpajakan (kewajiban perusahaan terhadap negara).
alikasim
Newbie
Newbie
 
Post: 38
Bergabung: 27 Feb 2012, 08:32

Re: lampiran dokumen penawaran

Postoleh guskun » 02 Mar 2012, 08:07

jasarullah menulis:perpres 54/2010 jls disrh menyederhanakan proses pelelangan dgn tdk meminta semua lampiran yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan kecuali pd saat pembuktian kualifikasi dan dilarang meminta/menambah persyaratan yg tdk disyaratkan dlm perpres 54/2010, tp pd umumnya panitia lelang di aceh sepertinya tdk menghiraukan apa yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 itu. buktinya dlm dokumen penawaran wajib melampirkan semua yg dipersyaratkan dlm dokumen pengadaan dan apabila tdk dilampirkan langsung digugurkan, bahkan yg tdk dipersyaratkan dlm perpres 54/2010 misalnya SRP (sertifikasi registrasi perusahaan) yg dikeluarkan oleh kadin wajib dilampirkan utk paket pengadaan barang. dlm perpres 54/2010 yg wajib adalah SIUP dan tdk mengenal yg namanya SRP dari kadin itu. Yg cukup menarik lg pd tender e-proc yg gk da bedanya dgn tender manual dimana panitia meminta semua dokumen penawaran harus ditandatangani, pakek materai dan di stempel lalu di scaner baru dikirim melalui lpse shg tender e-proc kesannya lbh banyak mengeluarkan dana dari pada tender manual karena harus di scaner semua sebelum dikirim via lpse pada hal dlm perka lkpp tentang e-tendering tdk demikian halnya di suruh. Disini terkesan panitia lelang di aceh kayaknya tdk mau melaksanakan seperti yg diperintahkan dlm perpres 54/2010 dan perka lkpp tsb, apakah ini bukan pekerjaan melawan hukum namanya? tolong kawan-kawan yg suhunya pbj ditanggapi permasalahan tsb diatas,... :red:


saya komentar tentang SRP Kadin.
ada 2 kemungkinan yang melatarbelakangi kebijakan tsb :
1) Panitia berniat membatasi peserta; atau
2) Panitia ingin menghidupkan KADIN, karena untuk menjadi anggota KADIN ada iuran tahunnnya.
apapun kepentingan panitia, beda Aceh dengan Jatim adalah :
1) Di Jatim hanya mewajibkan IUJK, namun :
2) Saat megurus IUJK, penyedia wajib melampirkan keanggotaan di KADIN

ujung nya bisa sama, caranya beda dan cara di Jatim lebih baik dilihat dari sisi pengadaan
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

tulis komentar


Kembali ke Bebas

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu