Pembukaan Penawaran

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang teknis pelaksanaan E-Procurement berdasarkan Perpres 54/2010

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh Adi Purba » 17 Apr 2011, 19:16

khalid menulis:
Endah Santi menulis:Salam kenal, saya Endah Santi dari Yogyakarta. Terkait dengan pembukaan penawaran, ada yang menjadi pertanyaan saya.
Kalau dalam prosesnya pengadaan menggunakan e-proc scr keseluruhan apakah pada saat pembukaan penawaran perlu saksi tidak?


Tidak perlu ada saksi pada saat pembukaan dokumen melalui e-proc

Kalau menurut saya sebaiknya pada saat pembukaan penawaran peserta diperbolehkan mengikuti pembukaan penawaran, seperti di Kementerian PU, sehingga semua dokumen dan harga yang diupload terang benderang, dan bilamana ada pemenang yang dokumennya tidak lengkap maka peserta mempunyai alasan untuk menyanggahnya.
Tidak ada salahnya kan kalau peserta diperbolehkan hadir saat pembukaan penawaran, untuk TRANSPARANSI :P :P :P
Salam Sukses
Adi Purba
Avatar pengguna
Adi Purba
Newbie
Newbie
 
Post: 54
Bergabung: 14 Apr 2011, 22:49
Lokasi: Makassar

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh marhaban » 17 Apr 2011, 21:36

Adi Purba menulis:
khalid menulis:
Endah Santi menulis:Salam kenal, saya Endah Santi dari Yogyakarta. Terkait dengan pembukaan penawaran, ada yang menjadi pertanyaan saya.
Kalau dalam prosesnya pengadaan menggunakan e-proc scr keseluruhan apakah pada saat pembukaan penawaran perlu saksi tidak?


Tidak perlu ada saksi pada saat pembukaan dokumen melalui e-proc

Kalau menurut saya sebaiknya pada saat pembukaan penawaran peserta diperbolehkan mengikuti pembukaan penawaran, seperti di Kementerian PU, sehingga semua dokumen dan harga yang diupload terang benderang, dan bilamana ada pemenang yang dokumennya tidak lengkap maka peserta mempunyai alasan untuk menyanggahnya.
Tidak ada salahnya kan kalau peserta diperbolehkan hadir saat pembukaan penawaran, untuk TRANSPARANSI :P :P :P



"Sebaiknya pada saat pembukaan penawaran peserta diperbolehkan mengikuti pembukaan penawaran, sehingga semua dokumen dan harga yang diupload terang benderang" (macam kata-kata si Poltak bang) :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
Khusus untuk Pembukaan Penawaran saya setuju .....TERBUKA, sebatas, surat penawaran, jaminan penawaran, DAN daftar kuantitas dan harga. Mekanisme bagaimana? kita kembalikan pada rumah LKPP (yah....jadi nggak Full E-Proc dong......) Kalau menjadi lebih baik, kenapa tidak?!!
Wassalam

~Marhaban~
marhaban
Newbie
Newbie
 
Post: 75
Bergabung: 30 Mar 2011, 22:31
Lokasi: Pulau Batam Indonesia

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh upumaanyan » 18 Apr 2011, 08:14

Adi Purba menulis:
upumaanyan menulis:
Adi Purba menulis:Salam kenal,
Kalau saya mengusulkan sebaiknya ada saksi pada saat pembukaan penawaran untuk transparansi proses tender, kiranya LKPP membuat surat keputusan bahwa peserta lelang diperbolehkan mengikuti pembukaan penawaran. Siapa yang tahu isi dari dokumen penawaran yang diupload sementara hanya Panitia yang melihatnya. Bagaimana bila paket tersebut sudah ada yang diarahkan. :D


Hal tersebut sudah tidak diperlukan karena mekanisme pembuktian menggunakan nilai HASH (MD5) pada file penawaran, serta proses klarifikasi apabila terdapat perubahan seperti yang disangkakan dilakukan oleh panitia, sudah sangat mencukupi apabila dicurigai terjadi perubahan isi penawaran.

Apabila hal yang ditakutkan terjadi perubahan pada nilai penawaran rekanan yang diarahkan, ini adalah tugas auditor untuk melakukan pembuktian. Pada LPSE dengan menggunakan e-Auditor pihak auditor yang akan melakukan audit bisa langsung melakukan cross-check ke server LPSE terhadap file penawaran yang dikirimkan, serta proses evaluasi yang dilakukan oleh pihak Panitia.

upumaanyan menulis:
Adi Purba menulis:Salam kenal,
Kalau saya mengusulkan sebaiknya ada saksi pada saat pembukaan penawaran untuk transparansi proses tender, kiranya LKPP membuat surat keputusan bahwa peserta lelang diperbolehkan mengikuti pembukaan penawaran. Siapa yang tahu isi dari dokumen penawaran yang diupload sementara hanya Panitia yang melihatnya. Bagaimana bila paket tersebut sudah ada yang diarahkan. :D


Hal tersebut sudah tidak diperlukan karena mekanisme pembuktian menggunakan nilai HASH (MD5) pada file penawaran, serta proses klarifikasi apabila terdapat perubahan seperti yang disangkakan dilakukan oleh panitia, sudah sangat mencukupi apabila dicurigai terjadi perubahan isi penawaran.

Apabila hal yang ditakutkan terjadi perubahan pada nilai penawaran rekanan yang diarahkan, ini adalah tugas auditor untuk melakukan pembuktian. Pada LPSE dengan menggunakan e-Auditor pihak auditor yang akan melakukan audit bisa langsung melakukan cross-check ke server LPSE terhadap file penawaran yang dikirimkan, serta proses evaluasi yang dilakukan oleh pihak Panitia.

Yang menjadi keraguan saya adalah kelengkapan berkas dari pemenang dan nilai penawarannya bukan nilai hashnya. Auditor pun tidak mungkin memeriksa semua paket pekerjaan yang dilelangkan.


Justru dari NILAI HASH tersebut adalah kata kunci untuk pembuktian, apakah memang terjadi perubahan nilai penawaran serta dokumen lainnya yang ditakutkan, karena tanpa nilai HASH, maka kita tidak memiliki nilai PEMBANDING terhadap paket yang dievaluasi ..

Untuk masalah auditor, hemat saya tinggal dicari nilai yang agak mencurigakan ... Misalnya nilai penawaran yang diajukan memiliki pattern yang biasanya tidak mungkin ada (parameternya pasti para audior lebih tahu) .. Selain itu, itukan memang tugasnya para AUDITOR kita :D

BTW, kalau pembukaan penawaran harus dihadiri oleh semua, lalu mundur lagi dong kita? Kembali pada masa behuala :mrgreen: Bagaimana kalau pihak LKPP membuat sebuah fitur aplikasi yang nantinya akan secara otomatis memberikan tempat bagi pihak umum (berkepentingan) untuk melakukan proses audit secara independen langsung ke paket yang telah di upload :idea:
~ Hidup cuma sedetik, detik berikutnya gak tahu kita pa masih hidup apa gak? ~
upumaanyan
Newbie
Newbie
 
Post: 29
Bergabung: 15 Apr 2011, 08:18
Lokasi: Somewhere in the middle of the Jungle

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh shaka » 19 Apr 2011, 16:28

menurut pendapat saya kalo pihak swasta saja bisa kenapa pemerintah tidak ?? :mrgreen:

jika semua lini dalam pemerintahan berjalan dengan baik maka faktor2 kecurigaan seperti ini tidak perlu terjadi :lol:
there's always hope
Avatar pengguna
shaka
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
 
Post: 177
Bergabung: 04 Apr 2011, 12:24

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh Adi Purba » 20 Apr 2011, 13:21

:idea: Kita sharing tentang Nilai Hash, menurut saya Hash berfungsi untuk mengetahui keutuhan dokumen yg diupload tetapi mengenai isi daridokumen itu kita tak tau hanya panitia yg tau, disinilah kegunaan dari saksi untuk mengetahui kelngkapan dokumen tetsebut. Dgn adanya saksi tak bearti kita mundur tetapi kita memperbaiki sistem. Bila membuat auditor independent kan perlu biaya lagi, kalau peserta diperbolehkan hadir kan gratis dan Transparansi pun terjadi.
Ayo oom Khalid usul ini dibahas di forum LKPP. Tahun lalu saya sudah mengusulkan hal tersebut di salah satu LPSE, jadi untuk 2012 mari kita bersihkan kerikil-kerikil ini sehingga di 2012 semua lancar, Transparansi yg dituju pun dapat tercapai.
Sekali lagi ngak ada kan ruginya kalau aanwijzing dilakukan manual dan pembukaan penawaran peserta diperbolehkan hadir, untuk TRANSPARANSI
Salam Sukses
Adi Purba
Avatar pengguna
Adi Purba
Newbie
Newbie
 
Post: 54
Bergabung: 14 Apr 2011, 22:49
Lokasi: Makassar

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh upumaanyan » 20 Apr 2011, 13:31

Adi Purba menulis::idea: Kita sharing tentang Nilai Hash, menurut saya Hash berfungsi untuk mengetahui keutuhan dokumen yg diupload tetapi mengenai isi daridokumen itu kita tak tau hanya panitia yg tau, disinilah kegunaan dari saksi untuk mengetahui kelngkapan dokumen tetsebut. Dgn adanya saksi tak bearti kita mundur tetapi kita memperbaiki sistem. Bila membuat auditor independent kan perlu biaya lagi, kalau peserta diperbolehkan hadir kan gratis dan Transparansi pun terjadi.
Ayo oom Khalid usul ini dibahas di forum LKPP. Tahun lalu saya sudah mengusulkan hal tersebut di salah satu LPSE, jadi untuk 2012 mari kita bersihkan kerikil-kerikil ini sehingga di 2012 semua lancar, Transparansi yg dituju pun dapat tercapai.
Sekali lagi ngak ada kan ruginya kalau aanwijzing dilakukan manual dan pembukaan penawaran peserta diperbolehkan hadir, untuk TRANSPARANSI


Nilai Hash itu selain untuk pembanding terhadap keutuhan file, juga merupakan alat pembuktian apabila nantinya dicurigai adanya perubahan dokumen, atau penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu oknum. Jadi fungsinya lebih luas daripada saat melakukan pengujian keutuhan pada saat dokumen di upload.

Hanya saja untuk aanwijzing manual, saya kurang setuju karena agak bertentangan dengan tujuan dari LPSe untuk mengurangi tatap muka antara Panitia dan Rekanan. Dari perubahan sistem saja kita sudah tidak bisa melihat siapa saja yang mendaftar, dan itu saja sudah banyak godaan dari berbagai pihak untuk mengetahui siapa yang mendaftar. Kalau didaerah yang besar sih tidak apa-apa, tapi kalau lelang didaerah? wah .. jangan ditanya deh ...

Tentu saja aanwizing manual tetap dilakukan untuk beberapa jenis paket yang berkaitan dengan konstruksi ...

Kalau pembukaaan, saya setuju :)
~ Hidup cuma sedetik, detik berikutnya gak tahu kita pa masih hidup apa gak? ~
upumaanyan
Newbie
Newbie
 
Post: 29
Bergabung: 15 Apr 2011, 08:18
Lokasi: Somewhere in the middle of the Jungle

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh Adi Purba » 20 Apr 2011, 14:35

upumaanyan menulis:
Adi Purba menulis::idea: Kita sharing tentang Nilai Hash, menurut saya Hash berfungsi untuk mengetahui keutuhan dokumen yg diupload tetapi mengenai isi daridokumen itu kita tak tau hanya panitia yg tau, disinilah kegunaan dari saksi untuk mengetahui kelngkapan dokumen tetsebut. Dgn adanya saksi tak bearti kita mundur tetapi kita memperbaiki sistem. Bila membuat auditor independent kan perlu biaya lagi, kalau peserta diperbolehkan hadir kan gratis dan Transparansi pun terjadi.
Ayo oom Khalid usul ini dibahas di forum LKPP. Tahun lalu saya sudah mengusulkan hal tersebut di salah satu LPSE, jadi untuk 2012 mari kita bersihkan kerikil-kerikil ini sehingga di 2012 semua lancar, Transparansi yg dituju pun dapat tercapai.
Sekali lagi ngak ada kan ruginya kalau aanwijzing dilakukan manual dan pembukaan penawaran peserta diperbolehkan hadir, untuk TRANSPARANSI


Nilai Hash itu selain untuk pembanding terhadap keutuhan file, juga merupakan alat pembuktian apabila nantinya dicurigai adanya perubahan dokumen, atau penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu oknum. Jadi fungsinya lebih luas daripada saat melakukan pengujian keutuhan pada saat dokumen di upload.

Hanya saja untuk aanwijzing manual, saya kurang setuju karena agak bertentangan dengan tujuan dari LPSe untuk mengurangi tatap muka antara Panitia dan Rekanan. Dari perubahan sistem saja kita sudah tidak bisa melihat siapa saja yang mendaftar, dan itu saja sudah banyak godaan dari berbagai pihak untuk mengetahui siapa yang mendaftar. Kalau didaerah yang besar sih tidak apa-apa, tapi kalau lelang didaerah? wah .. jangan ditanya deh ...

Tentu saja aanwizing manual tetap dilakukan untuk beberapa jenis paket yang berkaitan dengan konstruksi ...

Kalau pembukaaan, saya setuju :)

Maaf saudara upumaanyan, yang saya inginkan adalah TRANSPARANSI, mudah-mudahan saudara mendukungnya. Kita tak perlu permasalahkan Nilai Hash. Perlu saya ingatkan pada saat aanwijzing panitia biasanya berdiam diri, pertanyaan dan usul peserta tidak ditanggapi sementara tujuan aanwijzing adalah mencari kesepakatan dari dokumen pelelangan antara panitia dan peserta lelang. Dan panitia membuat BA. aanwijzing keesokan harinya yang isi sesuai dengan keinginan mereka dan dokumen lelang yang kadang persyaratannya memberatkan peserta lelang. Olehnya dengan aanwijzing manual maka interaksi antara pertanyaan peserta dan jawaban panitia dapat dicarikan kesepakatannya. Salah satu tujuan LPSE adalah Transparansi, pada saat SPSE dibuat belum ada semacam olah TKP, nah... pada saat sekarang sudah banyak yang menggunakan LPSE maka dapat ditemukan kekurangan dan kelebihan dari sistem tersebut. Makanya untuk menyempurnakan sistem tersebut diperlukan masukan-masukan dari teman-teman pengguna SPSE untuk sistem yang lebih baik dan transparan. Dengan berdiam dirinya panitia dalam aanwijzing maka dapat dikatakan telah terjadi Persaingan yang Tidak Sehat. Saya rasa usul saya dapat diperbincangkan di Forum LKPP.
Salam Sukses
Adi Purba
Avatar pengguna
Adi Purba
Newbie
Newbie
 
Post: 54
Bergabung: 14 Apr 2011, 22:49
Lokasi: Makassar

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh upumaanyan » 21 Apr 2011, 08:13

Adi Purba menulis:
upumaanyan menulis:
Adi Purba menulis::idea: Kita sharing tentang Nilai Hash, menurut saya Hash berfungsi untuk mengetahui keutuhan dokumen yg diupload tetapi mengenai isi daridokumen itu kita tak tau hanya panitia yg tau, disinilah kegunaan dari saksi untuk mengetahui kelngkapan dokumen tetsebut. Dgn adanya saksi tak bearti kita mundur tetapi kita memperbaiki sistem. Bila membuat auditor independent kan perlu biaya lagi, kalau peserta diperbolehkan hadir kan gratis dan Transparansi pun terjadi.
Ayo oom Khalid usul ini dibahas di forum LKPP. Tahun lalu saya sudah mengusulkan hal tersebut di salah satu LPSE, jadi untuk 2012 mari kita bersihkan kerikil-kerikil ini sehingga di 2012 semua lancar, Transparansi yg dituju pun dapat tercapai.
Sekali lagi ngak ada kan ruginya kalau aanwijzing dilakukan manual dan pembukaan penawaran peserta diperbolehkan hadir, untuk TRANSPARANSI


Nilai Hash itu selain untuk pembanding terhadap keutuhan file, juga merupakan alat pembuktian apabila nantinya dicurigai adanya perubahan dokumen, atau penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu oknum. Jadi fungsinya lebih luas daripada saat melakukan pengujian keutuhan pada saat dokumen di upload.

Hanya saja untuk aanwijzing manual, saya kurang setuju karena agak bertentangan dengan tujuan dari LPSe untuk mengurangi tatap muka antara Panitia dan Rekanan. Dari perubahan sistem saja kita sudah tidak bisa melihat siapa saja yang mendaftar, dan itu saja sudah banyak godaan dari berbagai pihak untuk mengetahui siapa yang mendaftar. Kalau didaerah yang besar sih tidak apa-apa, tapi kalau lelang didaerah? wah .. jangan ditanya deh ...

Tentu saja aanwizing manual tetap dilakukan untuk beberapa jenis paket yang berkaitan dengan konstruksi ...

Kalau pembukaaan, saya setuju :)

Maaf saudara upumaanyan, yang saya inginkan adalah TRANSPARANSI, mudah-mudahan saudara mendukungnya. Kita tak perlu permasalahkan Nilai Hash. Perlu saya ingatkan pada saat aanwijzing panitia biasanya berdiam diri, pertanyaan dan usul peserta tidak ditanggapi sementara tujuan aanwijzing adalah mencari kesepakatan dari dokumen pelelangan antara panitia dan peserta lelang. Dan panitia membuat BA. aanwijzing keesokan harinya yang isi sesuai dengan keinginan mereka dan dokumen lelang yang kadang persyaratannya memberatkan peserta lelang. Olehnya dengan aanwijzing manual maka interaksi antara pertanyaan peserta dan jawaban panitia dapat dicarikan kesepakatannya. Salah satu tujuan LPSE adalah Transparansi, pada saat SPSE dibuat belum ada semacam olah TKP, nah... pada saat sekarang sudah banyak yang menggunakan LPSE maka dapat ditemukan kekurangan dan kelebihan dari sistem tersebut. Makanya untuk menyempurnakan sistem tersebut diperlukan masukan-masukan dari teman-teman pengguna SPSE untuk sistem yang lebih baik dan transparan. Dengan berdiam dirinya panitia dalam aanwijzing maka dapat dikatakan telah terjadi Persaingan yang Tidak Sehat. Saya rasa usul saya dapat diperbincangkan di Forum LKPP.


Saya mendukung sekali dengan ide transparansi, karena itu saya termasuk implementator pertama di daerah saya yang tanpa dibayar pun bekerja 20 jam tanpa dibayar ( kerja RODI :mrgreen: )

Mengenai masalah aanwijzing yang tidak dijawab, ini adalah salah satu permasalahan yang bukan masalah dari sistem LPSE sendiri, tapi dari sisi Panitia.
Selain itu juga, saya ingin mengulangi lagi bahwa aanwijzing adalah faktor issue sentral yang mengemuka mengapa proses ini dilakukan harus melalui media Elektronik. Di daerah saya sendiri Bapak, dengan jumlah vendor yang bisa diperkirakan masalah utama yang kami hadapi saat ingin mendapatkan LELANG YANG ADIL adalah masalah arisan dan ancam mengancam.

Selain itu sudah bukan rahasia lagi kalau pada tahap aanqijzing seringkali yang ditanyakan kebanyakan bukan hal yang mengemuka dan substansial, bahkan dalam beberapa paket (semoga tidak terjadi di tempat Bapak) sering dijadikan sebagai sarana saling menjatuhkan dan mengancam salah satu oknum vendor kepada vendor lain, dan juga oknum panitia.

Dari permasalahan tidak dijawabnya proses aanqijzing, harus dilawan dengan kiat dari pihak LPSE, karena di LPSE ada vendor <-> panitia <-> rekanan.

Di tempat saya, apabila panitia tidak menjawab, maka dengan SOP vendor akan segera melaporakan kepada kami dan kami akan segera menghubungi panitia yang bersangkutan. Apabila panitia tidak menjawab proses, maka kamipun akan segera membuat BA yang akan ditandatangani oleh pihak VENDOR dan akan kami kirimkan kepada pihak Auditor sebagai bahan laporan dan evaluasi.

Nah, saya sangat MENDUKUNG sekali masalah TRANSPARANSI Bapak ... Selain itu bukankah sudah transparan bahwa apa yang ditanyakan oleh pihak VENDOR dan jawaban dari pihak panitia bisa dilihat semuanya oleh semua pihak yang mengikuti paket? Karena itu dalam LPSE tidak ada lagi BA penjelasan ...

Tapi dilain pihak, ada hal lain yang kami ingin tekankan lebih dahulu, yaitu KEADILAN dan PERSAINGAN di proses awalnya, dan ini sudah mulai kami dapatkan dengan lelang elektronik saat ini, yah, walaupun belum maksimal ;) !
~ Hidup cuma sedetik, detik berikutnya gak tahu kita pa masih hidup apa gak? ~
upumaanyan
Newbie
Newbie
 
Post: 29
Bergabung: 15 Apr 2011, 08:18
Lokasi: Somewhere in the middle of the Jungle

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh gyms » 27 Apr 2011, 12:05

andwijing manual hadir secara fisik itu merugikan, dari segi biaya, waktu dan possible pengaturan (main mata peserta/panitia) tender. lebih baik sistem online.
memang panitia kadang menjawab seenaknya utk kepentingan mereka sendiri mungkin. tapi pada saat anwidjing ini kita dapat menanyakan dan mengingatkan panitia agar tidak main2 dgn proses pengadaan. dan pertanyaan kita yg tidak dijawab responsif atau berbeda akan tetap tercatat, record di sistem sampe proses audit oleh auditor. dan jadi pertimbangan auditor terhadap kewajaran jalannya proses lelang. jd panitia harusnya tidak berani main2.

utk pembukaan penawaran lebih baik online, tidak manual, namun mungkin perlu dibuat perbaikan, yaitu sistem input harga penawaran online, minimal total harga penawarannya. yaitu agar harga penawaran otomatis keluar seketika ketika saatnya pembukaan penawaran yg dapat langsung dilihat seluruh peserta lelang. saat ini penyedia masih harus menunggu harga2 peserta lelang di input oleh panitia.
soal evaluasi administrasi, teknis, harga dan kualifikasi tentu jadi domain panitia, namun dengan adanya ini peserta lelang tidak menduga duga yg tidak2 terhadap penawaran harga seluruh peserta lelang.
gyms
Newbie
Newbie
 
Post: 30
Bergabung: 05 Apr 2011, 15:03

Re: Pembukaan Penawaran

Postoleh Murti Zabak, SE » 16 Mei 2011, 01:01

Toek Semua Rekan di topik ini…

Maaf agak terlambat nimbrungnya :mrgreen: .
Keliatannya Ide Transparansi dari rekan2 dengan segala argumennya dalam pembukaan penawaran pada SPSE cukup alot, sampe moderator gak sempat nimbrung / nanggapin (Gitu toch pak Khalid dkk, khan biasanya NB).

Barangkali masukan saya / jalan tengah, dengan segala konsekuensinya (diterima atau gak, monggo).
- Bagi yang Ide Transfaransinya dengan asumsi pembukaan penawaran / dokumen penawaran harus diketahui/disaksikan oleh peserta lainnya dan Aanwijzing harus tatap muka langsung, monggo gunakan sistem lelang non e-proc [jika dianggap cara ini lebih transparan]
- Bagi yang Ide Transfaransinya dengan asumsi pembukaan penawaran / dokumen penawaran dan Aanwijzing dengan SPSE lelang full e-proc, its okey aja [jika dianggap cara ini lebih transparan].

Pada dasarnya Aturan2 ataupun Tata Cara tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dalam penyusunannya tentunya telah melibatkan pihak-2 yang berkompeten dan juga telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemungkinan-2 terjadinya penyimpangan2 sebagaimana diperdebatkan [maaf didiskusikan] dalam topik ini. Nah aturan tadi so pasti ada kelemahan-2nya [nobodys perfect], dimana dalam implementasinya akan menimbulkan persepsi2 berbagai pihak yang berkepentingan [persepsi sangat bergantung kepada pengalaman dan intelektual, tapi jangan lupa kadang-2 ada juga kepentingan].

Nah, apapun cara yang dipakai pengguna/pelaksana [dalam hal ini Panitia, Peserta lelang dan pihak2 yg terlibat], terkait dengan pengadaan barang / jasa pemerintah harus dikembalikan kepada prinsip dasar pengadaan dan etika pengadaan. Apakah keduanya sudah dijalankan? [Ask yourself], Jika ya, selebihnya serahkan kepada penilaian orang lain. Wueleh wuelah macam hebat aje :evil: .

Maaf nich sekedar masukan aja, semoga berbagai masukan rekan2 semuanya untuk tujuan yang lebih baik diterima disisiNYA [NYA=Pembuat kebijakan]. :lol:
Thanks.
Murti Zabak, SE
Newbie
Newbie
 
Post: 23
Bergabung: 01 Mei 2011, 14:57

tulis komentar

SebelumnyaBerikutnya

Kembali ke E-Procurement

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu