PEMBUATAN HPS

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang pengadaan barang berdasarkan Perpres 54/2010

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh A. Azka » 15 Apr 2011, 11:56

Kalo menurut saya, Survey jg bs dijadikan salah satu dasar pembuatan HPS guna mendapatkan harga pasar yang ril, dan penunjukan penyedia barang ga harus kok dari yang memberikan harga survey tadi, karena dalam dokumen pengadaan atau undangan pengadaan dicantumkan nilai HPS jadi penyedia barang yang kita undang akan menawar di bawah HPS, jelas kalo survey harga pasar hanya untuk bahan pembuatan HPS dan bukan untuk memilih penyedia barang... mohon koreksi dari teman2..
A. Azka
Newbie
Newbie
 
Post: 9
Bergabung: 07 Apr 2011, 15:52

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh fardhon murdiyantoro » 15 Apr 2011, 18:07

hps disusun berdasarkan harga survey terkini dengan mempertimbangkan data lainnya, dan harga survey tersebut bisa dipakai pejabat pengadaan untuk memilih calon penyedia tinggal menambah 1 x survey lagi utk pengadaan langsung. jangan dilihat siapa yg survey, yg utama adalah minimal membandingkan 2 survey. pengadaan langsung dibuat mudah kenapa dibikin rumit :)
fardhon murdiyantoro
Newbie
Newbie
 
Post: 10
Bergabung: 01 Apr 2011, 11:33

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh Tati Inderawati » 16 Apr 2011, 23:07

1.Kalau Survey harga pasar sudah dilakukan PPK untuk menyusun HPS, HPS bukan merupakan alat untuk menilai kewajaran harga. Perhitungan HPS harus dilakukan dengan cermat, dengan menggunakan data dasar dan mempertimbangkan harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS . RAB pada TOR/KAK dan Standar Harga yang ditetapkan Kepala Daerah hanya digunakan untuk menyusun anggaran, sedangkan HPS diperoleh dari hasil survei pasar terkini(dari Tanya Jawab di LKPP), lalu untuk pengadaan langsung pakah kita harus melakukan survey harga lagi, kan data dari PPK masih baru.
2. Saya masih belum jelas dengan tahapan pemilihan langsung, dengan minimal tahapan survey harga pasar dengan cara membandingkan 2 penyedia Barang/Pekerjaan konstruksi/Jasa lainnya yang berbeda. Apakah kita harus mengundang 2 penyedia untuk memasukkan penawaran?, trus kalau kita langsung survey ke toko, misalnya untuk pengadaan komputer, apakah 2 toko yang kita survey bisa kita undang sebagai penyedia, atau kita mengundang penyedia lain?
3. Didalam DPA sudah disebutkan jumlah pengadaan barang, misalnya 60 ekor sapi dengan harga 480.000.000, - dengan perhitungan harga per ekor 8.000.000,-seteah dilakukan survey pasar oleh PPK, harga sangat turun, sehingga ada kelebihan harga dan cukup untuk dibelikan 65 ekor. mana yang harus dilaksanakan, tetap mengadaan 60 ekor dengan kelebihan dana dikembalikan, atau dana digunakan secara maksimal tetapi dari sisi barang menguntungkan?
4. Dalam penyusunan HPS, Spesifikasi Teknis yang menetapkan PPK, apakah PPTK yang membantu membuat juga harus menanda tangani HPS.Bagaimana dengan PA, apakah juga ikut membubuhkan tanda tangan sebagai orang yang mengetahui?, bagaimana dengan Tanda tangan pada dokumen Pengadaan/RKS dan Kontrak, apakah PA juga ikut Tanda tangan, sebagai pihak yang mengetahui?
5. Apakah Uraian pekerjaan/item item yang tertulis dalam rincian daftar HPS sama dengan daftar kuantitas dan harga, apakah daftar kuantitas dan harga tersebut yang dipindahkan dalam kontrak.
6.Apakah dalam pengadaan langsung barang, diperkenankan membuat jadwal seperti penunjukan langsung untuk bukan penanganan darurat, tanpa pemasukan dokumen pasca kualifikasi.
Terima kasih banyak atas kesediaanya menjawab.
Tati Inderawati
Newbie
Newbie
 
Post: 26
Bergabung: 31 Mar 2011, 20:03

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh Tati Inderawati » 16 Apr 2011, 23:10

Tati Inderawati menulis:1.Kalau Survey harga pasar sudah dilakukan PPK untuk menyusun HPS, HPS bukan merupakan alat untuk menilai kewajaran harga. Perhitungan HPS harus dilakukan dengan cermat, dengan menggunakan data dasar dan mempertimbangkan harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS . RAB pada TOR/KAK dan Standar Harga yang ditetapkan Kepala Daerah hanya digunakan untuk menyusun anggaran, sedangkan HPS diperoleh dari hasil survei pasar terkini(dari Tanya Jawab di LKPP), lalu untuk pengadaan langsung apakah kita harus melakukan survey harga lagi, kan data dari PPK masih baru.
2. Saya masih belum jelas dengan tahapan pengadaan langsung, dengan minimal tahapan survey harga pasar dengan cara membandingkan 2 penyedia Barang/Pekerjaan konstruksi/Jasa lainnya yang berbeda. Apakah kita harus mengundang 2 penyedia untuk memasukkan penawaran?, trus kalau kita langsung survey ke toko, misalnya untuk pengadaan komputer, apakah 2 toko yang kita survey bisa kita undang sebagai penyedia, atau kita mengundang penyedia lain?
3. Didalam DPA sudah disebutkan jumlah pengadaan barang, misalnya 60 ekor sapi dengan harga 480.000.000, - dengan perhitungan harga per ekor 8.000.000,-seteah dilakukan survey pasar oleh PPK, harga sangat turun, sehingga ada kelebihan harga dan cukup untuk dibelikan 65 ekor. mana yang harus dilaksanakan, tetap mengadaan 60 ekor dengan kelebihan dana dikembalikan, atau dana digunakan secara maksimal tetapi dari sisi barang menguntungkan?
4. Dalam penyusunan HPS, Spesifikasi Teknis yang menetapkan PPK, apakah PPTK yang membantu membuat juga harus menanda tangani HPS.Bagaimana dengan PA, apakah juga ikut membubuhkan tanda tangan sebagai orang yang mengetahui?, bagaimana dengan Tanda tangan pada dokumen Pengadaan/RKS dan Kontrak, apakah PA juga ikut Tanda tangan, sebagai pihak yang mengetahui?
5. Apakah Uraian pekerjaan/item item yang tertulis dalam rincian daftar HPS sama dengan daftar kuantitas dan harga, apakah daftar kuantitas dan harga tersebut yang dipindahkan dalam kontrak.
6.Apakah dalam pengadaan langsung barang, diperkenankan membuat jadwal seperti penunjukan langsung untuk bukan penanganan darurat, tanpa pemasukan dokumen pasca kualifikasi.
Terima kasih banyak atas kesediaanya menjawab.
Tati Inderawati
Newbie
Newbie
 
Post: 26
Bergabung: 31 Mar 2011, 20:03

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh max modi » 17 Apr 2011, 00:12

Tati Inderawati menulis:
Tati Inderawati menulis:1.Kalau Survey harga pasar sudah dilakukan PPK untuk menyusun HPS, HPS bukan merupakan alat untuk menilai kewajaran harga. Perhitungan HPS harus dilakukan dengan cermat, dengan menggunakan data dasar dan mempertimbangkan harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS . RAB pada TOR/KAK dan Standar Harga yang ditetapkan Kepala Daerah hanya digunakan untuk menyusun anggaran, sedangkan HPS diperoleh dari hasil survei pasar terkini(dari Tanya Jawab di LKPP), lalu untuk pengadaan langsung apakah kita harus melakukan survey harga lagi, kan data dari PPK masih baru.
2. Saya masih belum jelas dengan tahapan pengadaan langsung, dengan minimal tahapan survey harga pasar dengan cara membandingkan 2 penyedia Barang/Pekerjaan konstruksi/Jasa lainnya yang berbeda. Apakah kita harus mengundang 2 penyedia untuk memasukkan penawaran?, trus kalau kita langsung survey ke toko, misalnya untuk pengadaan komputer, apakah 2 toko yang kita survey bisa kita undang sebagai penyedia, atau kita mengundang penyedia lain?
3. Didalam DPA sudah disebutkan jumlah pengadaan barang, misalnya 60 ekor sapi dengan harga 480.000.000, - dengan perhitungan harga per ekor 8.000.000,-seteah dilakukan survey pasar oleh PPK, harga sangat turun, sehingga ada kelebihan harga dan cukup untuk dibelikan 65 ekor. mana yang harus dilaksanakan, tetap mengadaan 60 ekor dengan kelebihan dana dikembalikan, atau dana digunakan secara maksimal tetapi dari sisi barang menguntungkan?
4. Dalam penyusunan HPS, Spesifikasi Teknis yang menetapkan PPK, apakah PPTK yang membantu membuat juga harus menanda tangani HPS.Bagaimana dengan PA, apakah juga ikut membubuhkan tanda tangan sebagai orang yang mengetahui?, bagaimana dengan Tanda tangan pada dokumen Pengadaan/RKS dan Kontrak, apakah PA juga ikut Tanda tangan, sebagai pihak yang mengetahui?
5. Apakah Uraian pekerjaan/item item yang tertulis dalam rincian daftar HPS sama dengan daftar kuantitas dan harga, apakah daftar kuantitas dan harga tersebut yang dipindahkan dalam kontrak.
6.Apakah dalam pengadaan langsung barang, diperkenankan membuat jadwal seperti penunjukan langsung untuk bukan penanganan darurat, tanpa pemasukan dokumen pasca kualifikasi.
Terima kasih banyak atas kesediaanya menjawab.

saya coba menanggapi bu...bukan menjawab.
1. PPK dalam membuat HPS tentunya punya dasar...yakni survey..tidak masalah apabila sumber (toko) yang di survey kembali dijadikan sumber data oleh pejabat pengadaan, sepanjang nilai HPS nya "Wajar" menurut pejabat pengadaan..dalam hal ini Pejabatpengadadaan wajib melakukan Survey harga kembali ..yang tidak boleh adalah adalah pejabat pengadaan mengambil keuntungan dari situasi ini ...pejabat berkewajiban untuk mengajukan perubahan HPS kepada PPK apabila dinilai terlalu tinggi / rendah oleh pejabat pengadaan.
2. penyedia yang kita tunjuk tentunya harus yang memenuhu persyaratan kualifikasi dan yang menawarkan harga paling rendah..tidak masalah jika mengambil salah satu dari yang kita survey.
3. tidak boleh merubah volume yang tercantum di DPA, kecuali menunggu Perubahan DPA...jadi kalau dilelang sebelum ada Perubahan DPA,..maka volume tetap 60 ekor,..sisa dana dikembalikan
4 HPS dan KAK yang menandatangani /menetapkan adalah PPK,..dokumen pengadaan yang menandatangani ULP/ Pejabat pengadaan
5 daftar kuantitas dan harga harus sama antara HPS, dokumen pengadaan dan surat penawaran..===> dipertegas dalam Surat pesanan (barang)
6 pengadaan langsung memiliki tahapan sendiri seperti tertuang dalam lampiran II perpres 54.. didalam pengadaan langsung tidak ada istilah prakualifikasi atau pasca kualifikasi ,,karena yang kita tunjuk sebagai penyedia adalah penyedia yang memenuhi persyaratan kualifikasi..tahapan langsung dimulai dengan undangan pemasukan penawaran disertai dokumen pengadaan ........mohon di koreksi..karena ini hasil pemahaman kami secara pribadi...
max modi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 412
Bergabung: 01 Apr 2011, 05:32

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh Albert » 17 Apr 2011, 00:37

Tati Inderawati menulis:1.Kalau Survey harga pasar sudah dilakukan PPK untuk menyusun HPS, HPS bukan merupakan alat untuk menilai kewajaran harga. Perhitungan HPS harus dilakukan dengan cermat, dengan menggunakan data dasar dan mempertimbangkan harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS . RAB pada TOR/KAK dan Standar Harga yang ditetapkan Kepala Daerah hanya digunakan untuk menyusun anggaran, sedangkan HPS diperoleh dari hasil survei pasar terkini(dari Tanya Jawab di LKPP), lalu untuk pengadaan langsung pakah kita harus melakukan survey harga lagi, kan data dari PPK masih baru.
2. Saya masih belum jelas dengan tahapan pemilihan langsung, dengan minimal tahapan survey harga pasar dengan cara membandingkan 2 penyedia Barang/Pekerjaan konstruksi/Jasa lainnya yang berbeda. Apakah kita harus mengundang 2 penyedia untuk memasukkan penawaran?, trus kalau kita langsung survey ke toko, misalnya untuk pengadaan komputer, apakah 2 toko yang kita survey bisa kita undang sebagai penyedia, atau kita mengundang penyedia lain?
3. Didalam DPA sudah disebutkan jumlah pengadaan barang, misalnya 60 ekor sapi dengan harga 480.000.000, - dengan perhitungan harga per ekor 8.000.000,-seteah dilakukan survey pasar oleh PPK, harga sangat turun, sehingga ada kelebihan harga dan cukup untuk dibelikan 65 ekor. mana yang harus dilaksanakan, tetap mengadaan 60 ekor dengan kelebihan dana dikembalikan, atau dana digunakan secara maksimal tetapi dari sisi barang menguntungkan?
4. Dalam penyusunan HPS, Spesifikasi Teknis yang menetapkan PPK, apakah PPTK yang membantu membuat juga harus menanda tangani HPS.Bagaimana dengan PA, apakah juga ikut membubuhkan tanda tangan sebagai orang yang mengetahui?, bagaimana dengan Tanda tangan pada dokumen Pengadaan/RKS dan Kontrak, apakah PA juga ikut Tanda tangan, sebagai pihak yang mengetahui?
5. Apakah Uraian pekerjaan/item item yang tertulis dalam rincian daftar HPS sama dengan daftar kuantitas dan harga, apakah daftar kuantitas dan harga tersebut yang dipindahkan dalam kontrak.
6.Apakah dalam pengadaan langsung barang, diperkenankan membuat jadwal seperti penunjukan langsung untuk bukan penanganan darurat, tanpa pemasukan dokumen pasca kualifikasi.
Terima kasih banyak atas kesediaanya menjawab.


saya coba menjawab pertanyaan poin 1 sambil menunggu pa Khalid & rekan2 yg lain : dengan Referensi PERPRES no.54 thn 2010
- Pasal 11 (1) PPK memiliki tugas pokok dan kewenangan sebagai berikut:
a. menetapkan RENCANA pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
yang meliputi:
2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

- Pasal 17 (3) Selain tugas pokok dan kewewenangan ULP/Pejabat Pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dalam hal diperlukan
ULP/Pejabat Pengadaan dapat mengusulkan kepada PPK:
a. perubahan HPS

PPK menetapkan RENCANA dlm btk HPS.ingat kata RENCANA seperti pd pasal 11.1.a.2. dan untuk chak n balance ULP/pejabat pengada diberikan kesempatan pd pasal 17.3.a untuk mengusulkan perubahan.drmana ULP/pejabat pengada bsa mengusulkan perubahan HPS klo dia sndiri cma ngikutin HPS yg sdh ada.tp klo sesudah disurvey hasilnya sama ma PPK kn gak usa usulkan perubahan HPS.

di lampiran II SBD DIKATAKAN BAHWA :
c. Pengadaan Langsung
1) Tahapan Pengadaan Langsung meliputi:
a) survei harga pasar dengan cara membandingkan minimal dari 2
(dua) penyedia yang berbeda;
b) membandingkan harga penawaran dengan HPS; dan
c) klarifikasi teknis dan negosiasi harga/biaya.
dan lebih jelas lg di SBD lampiran II hal. 122.
demikian mohon disempurnakan.maaf penjelasannya pke stor plan2 dlu bs ibu gak nanggung2 tanyanya.....hehehe,,....
Albert
Newbie
Newbie
 
Post: 18
Bergabung: 11 Apr 2011, 01:12

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh hernawan » 26 Apr 2011, 20:33

harga pasar untuk alat-2 tertentu sulit diperoleh..banyak toko tidak mau membuka harga riil.. :cry:
apakah hanya berdasarkan harga penawaran dari beberapa distributor bisa dijadikan dasar untyuk membuat hps?
hernawan
Newbie
Newbie
 
Post: 8
Bergabung: 24 Apr 2011, 13:40

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh shaka » 27 Apr 2011, 16:32

hernawan menulis:harga pasar untuk alat-2 tertentu sulit diperoleh..banyak toko tidak mau membuka harga riil.. :cry:
apakah hanya berdasarkan harga penawaran dari beberapa distributor bisa dijadikan dasar untyuk membuat hps?

bagaimana jika survey dengan menggunakan fasilitas internet ?? bisa tidak ya?? :mrgreen:
there's always hope
Avatar pengguna
shaka
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
 
Post: 177
Bergabung: 04 Apr 2011, 12:24

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh Albert » 27 Apr 2011, 19:43

shaka menulis:
hernawan menulis:harga pasar untuk alat-2 tertentu sulit diperoleh..banyak toko tidak mau membuka harga riil.. :cry:
apakah hanya berdasarkan harga penawaran dari beberapa distributor bisa dijadikan dasar untyuk membuat hps?

bagaimana jika survey dengan menggunakan fasilitas internet ?? bisa tidak ya?? :mrgreen:




pendapat sy ya Bisa.jangan lupa print informasi yg didapat tu biar bsa dipertanggungjawabkan
Albert
Newbie
Newbie
 
Post: 18
Bergabung: 11 Apr 2011, 01:12

Re: PEMBUATAN HPS

Postoleh guskun » 28 Apr 2011, 07:11

liez menulis:kalo menurut saya yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah siapa yang melakukan survey. jika survey dilakukan atas perintah dari PPK berarti survey harga tersebut dimaksudkan sebagai dasar dalam pembuatan HPS sesuai dengan Perpres 54/2010 Pasal 66. Apabila yang melaksanakan adalah Pejabat Pengadaan maka survey tersebut untuk mendapatkan calon penyedia jasa melalui proses pengadaan langsung. Demikian menurut pemahaman saya....


Like this (facebook mode :on)
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

tulis komentar

SebelumnyaBerikutnya

Kembali ke Barang

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Bing [Bot] dan 2 tamu