PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Diskusi tentang pengadaan barang berdasarkan Perpres 54/2010
Surya_Irawan
Newbie
Newbie
PostCOLON 4
BergabungCOLON 23 Sep 2012, 19:33

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh Surya_Irawan » 23 Sep 2012, 20:22

Selamat malam
mau bertanya , semoga ada yg bisa bantu

pengadaan ATK kantor
pagu DIPA Rp.33jt
dibuat 3x pangadaan mengingat tempat penyimpanan dan barang rusak dll...
1. 11 jt , SPK Peng Langsung pd bulan Feb 2012 untuk kebutuhan bulan 2,3,4,5
2. 11 jt , SPK Peng Lansung pd bulan Juni 2012 utk kebutuhan bulan 6,7,8,9
3. 11 jt, ............. rencana awal SPL Peng Langsung dilakukan pd akhir September 2012.
ini masalahnya , semenjak ada Pepres 70, yg menyatakan >50jt , dengan nota pembelian.
pertanyaan :
1. Apakah boleh Pengadaan ATK senilai Rp. 11jt menggunakan SPK Pengadaan langsung ?
2. Bila tidak boleh , dengan menggunakan nota pembelian. mekanisme pembayaran di KPPN , apakah SPM (surat perintah membayar) nya masuk ke Rekening Penyedia atau Rekening Bendahara ? atau menggunakan Uang persediaan yang masuk ke Rekening Bendahara ?

terima kasih,
mohon pencerahannya.

Avatar pengguna
burhan
Procurement Senior Lv. 1
Procurement Senior Lv. 1
PostCOLON 641
BergabungCOLON 01 Apr 2011, 09:01

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh burhan » 24 Sep 2012, 20:21

Surya_Irawan menulisColonSelamat malam
mau bertanya , semoga ada yg bisa bantu

pengadaan ATK kantor
pagu DIPA Rp.33jt
dibuat 3x pangadaan mengingat tempat penyimpanan dan barang rusak dll...
1. 11 jt , SPK Peng Langsung pd bulan Feb 2012 untuk kebutuhan bulan 2,3,4,5
2. 11 jt , SPK Peng Lansung pd bulan Juni 2012 utk kebutuhan bulan 6,7,8,9
3. 11 jt, ............. rencana awal SPL Peng Langsung dilakukan pd akhir September 2012.
ini masalahnya , semenjak ada Pepres 70, yg menyatakan >50jt , dengan nota pembelian.
pertanyaan :
1. Apakah boleh Pengadaan ATK senilai Rp. 11jt menggunakan SPK Pengadaan langsung ?
2. Bila tidak boleh , dengan menggunakan nota pembelian. mekanisme pembayaran di KPPN , apakah SPM (surat perintah membayar) nya masuk ke Rekening Penyedia atau Rekening Bendahara ? atau menggunakan Uang persediaan yang masuk ke Rekening Bendahara ?

terima kasih,
mohon pencerahannya.


1. boleh

Surya_Irawan
Newbie
Newbie
PostCOLON 4
BergabungCOLON 23 Sep 2012, 19:33

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh Surya_Irawan » 24 Sep 2012, 22:33

@ pak Burhan : trims ..
mohon bila ada penjelasan lebh rincinya . trims
harap maklum, sy msh baru di bidang ini.

Avatar pengguna
burhan
Procurement Senior Lv. 1
Procurement Senior Lv. 1
PostCOLON 641
BergabungCOLON 01 Apr 2011, 09:01

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh burhan » 25 Sep 2012, 18:43

Surya_Irawan menulisColon@ pak Burhan : trims ..
mohon bila ada penjelasan lebh rincinya . trims
harap maklum, sy msh baru di bidang ini.


pasal 55 ayat (4), bisa juga menggunakan kuitansi sesuai pasal 55 ayat (3) mekanisme bisa ditanyakan ke KPPN
perlu diperhatikan kalimat : sampai dengan.... dan tidak ada kalimat dari rp... sampai ...

Surya_Irawan
Newbie
Newbie
PostCOLON 4
BergabungCOLON 23 Sep 2012, 19:33

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh Surya_Irawan » 25 Sep 2012, 21:28

burhan menulisColon
Surya_Irawan menulisColon@ pak Burhan : trims ..
mohon bila ada penjelasan lebh rincinya . trims
harap maklum, sy msh baru di bidang ini.


pasal 55 ayat (4), bisa juga menggunakan kuitansi sesuai pasal 55 ayat (3) mekanisme bisa ditanyakan ke KPPN
perlu diperhatikan kalimat : sampai dengan.... dan tidak ada kalimat dari rp... sampai ...



jd mengartikannya sama saja dengan Rp. 0,- s.d Rp.200jt menggunakan SPK ..
trims arahannya

andiherman
Newbie
Newbie
PostCOLON 4
BergabungCOLON 19 Sep 2012, 12:57

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh andiherman » 26 Sep 2012, 10:34

aiririah menulisColon
andiherman menulisColon

betul juga y, jadi untuk memilih metode pengadaannya didasarkan dari nilai apa y?pagu?atau yg lain?

Kalo menurut kami patokannya pagu dana.[/quote]

Ada aturan yang mengacu menggunakan HPS atau Pagu dana dalam menentukan metode pengadaan? Masih bingung, ada yg mengatakan Pagu ada yang mengatakan HPS, apalagi kalau nilai Pagu 200,9 jt. Tapi HPS 98jt... :huh:[/quote]
gak mungkin pagu 200,9 juta, hps 98 jt, kecuali hps 199 jt ato 190 juta, ya pengadaan langsung[/quote]

Maaf kurang angka "1"nya :swt: ralat jadi 198jt. Berarti ikut HPS ya?
Ada di Perka atau Perpres ya? :huh:

arieq
Site Admin
Site Admin
PostCOLON 246
BergabungCOLON 22 Sep 2012, 18:54

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh arieq » 26 Sep 2012, 20:35

andiherman menulisColonMaaf kurang angka "1"nya :swt: ralat jadi 198jt. Berarti ikut HPS ya?
Ada di Perka atau Perpres ya? :huh:


Dari database konsultasi LKPP

Pemilihan metode pelelangan untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya didasarkan kepada nilai HPS bukan pagu anggaran, kecuali untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan metode evaluasi pagu aggaran. Sedangkan metoda pemilihan penyedia jasa konsultan yang menggunakan metoda evaluasi lainnya mengacu kepada besaran pagu anggaran. Untuk Pekerjaan Jasa Konsultansi dengan nilai HPS Rp.47.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) dapat dilakukan dengan Pengadaan Langsung, dengan catatan pada saat negosiasi harga yang dihasilkan tidak melebihi Rp.50.000.000,00.

RonnyC
Newbie
Newbie
PostCOLON 1
BergabungCOLON 27 Sep 2012, 10:26

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh RonnyC » 27 Sep 2012, 11:00

Kami agak kebingungan antara Perka LKPP No. 6/2012 dgn Perpres 70/2012, khususnya terkait Pengadaan Langsung.

Perka LKPP 6/2012.
Contoh : [Hal. IV - 40] point d ayat 1:
"Tanda bukti untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yg bernilai sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) bentuknya adalah Surat Perintah Kerja (SPK)"

Perpres 70/2012.
Pasal 55 ayat (3) :
"Kuitansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)"

Berhubung kami melaksanakan pengadaan alat tulis kantor (ATK) dgn nilai Rp. 45.000.000,- maka pertanyaan kami adalah Apakah harus menggunakan SPK? Atau cukup Kuitansi saja?

Avatar pengguna
aiririah
Procurement Senior Lv. 2
Procurement Senior Lv. 2
PostCOLON 1241
BergabungCOLON 10 Sep 2011, 10:46

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh aiririah » 27 Sep 2012, 11:25

RonnyC menulisColonKami agak kebingungan antara Perka LKPP No. 6/2012 dgn Perpres 70/2012, khususnya terkait Pengadaan Langsung.

Perka LKPP 6/2012.
Contoh : [Hal. IV - 40] point d ayat 1:
"Tanda bukti untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yg bernilai sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) bentuknya adalah Surat Perintah Kerja (SPK)"

Perpres 70/2012.
Pasal 55 ayat (3) :
"Kuitansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)"

Berhubung kami melaksanakan pengadaan alat tulis kantor (ATK) dgn nilai Rp. 45.000.000,- maka pertanyaan kami adalah Apakah harus menggunakan SPK? Atau cukup Kuitansi saja?

Mungkin anda salah baca dalam juknis perpres 70/2012, yang anda baca konsultansi bukan pengadaan barang.
mottoku adalah : aiririah

arieq
Site Admin
Site Admin
PostCOLON 246
BergabungCOLON 22 Sep 2012, 18:54

Re: PENGADAAN LANGSUNG VERSI PEPRES 70/2012

Postoleh arieq » 27 Sep 2012, 11:28

RonnyC menulisColonKami agak kebingungan antara Perka LKPP No. 6/2012 dgn Perpres 70/2012, khususnya terkait Pengadaan Langsung.

Perka LKPP 6/2012.
Contoh : [Hal. IV - 40] point d ayat 1:
"Tanda bukti untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yg bernilai sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) bentuknya adalah Surat Perintah Kerja (SPK)"

Perpres 70/2012.
Pasal 55 ayat (3) :
"Kuitansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dgn Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)"

Berhubung kami melaksanakan pengadaan alat tulis kantor (ATK) dgn nilai Rp. 45.000.000,- maka pertanyaan kami adalah Apakah harus menggunakan SPK? Atau cukup Kuitansi saja?


Itu sudah benar pak karena Hal IV - 40 itu tentang pengadaan jasa konsultansi, sedangkan pasal 55 ayat 3 perpres itu untuk pengadaan barang/jasa lainnya. Mestinya link nya ke pasal 55 ayat 4 sbb :
SPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, digunakan untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya sampai dengan Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan untuk Jasa Konsultansi dengan nilai sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Kalau pengadaan ATK di bawah 50 jt cukup kuitansi (atau menggunakan SPK juga bisa)


Kembali ke

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: 1 dan 0 tamu