PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang pengadaan barang berdasarkan Perpres 54/2010

PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 13 Sep 2012, 12:06

Mohon Pencerahan dengan kasus seperti ini :
Pada dokumen pengadaan (RKS) disebutkan bahwa metode evaluasi menggunakan metode evaluasi sistem nilai ambang batas. Pada Bab IV (LDP) disebutkan bahwa Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem Nilai Ambang (passing grade 80%), dengan Bobot Penilaian :
a. Metode Pelaksanaan bobot : 20
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan bobot : 20
c. Peralatan bobot : 15
d. Spesifikasi teknis bobot : 30
e. Personil Inti bobot : 15
Adapun sub unsur dari masing-masing unsur pokok tersebut diatas tidak dicantumkan dengan jelas atau terperinci didalam RKS. Singkat cerita ULP mengumumkan calon pemenang dimana Pemenangnya (misal nama perusahaan : A) menawarkan harga lebih tinggi dari salah satu perusahaan lainnya (misal nama perusahaan : B), sedangkan pada lampiran pengumuman tersebut melampirkan bahwa baik A dan B dinyatakan LULUS, baik administrasi, teknis, harga maupun kualifikasi.

Pertanyaan saya :
1. Apakah pengumuman tersebut diperbolehkan meskipun A menawarkan harga lebih tinggi dari B? padahal keduanya dinyatakan LULUS yang artinya sudah memenuhi ambang batas yang ditetapkan.
2. Apakah kondisi ini dapat dikategorikan bahwa ULP/Panitia melakukan perbuatan yang merugikan negara? karena B menawarkan harga lebih rendah, tetapi malah memenangkan A yang harganya lebih tinggi.
3. Apakah ULP/Panitia dapat meralat susunan pemenang, jika memang terdapat kekeliruan dalam mengumumkan calon pemenang tersebut?

Mohon penceraha, arahan dan dasar hukum yang dapat ditempuh oleh B. Atas perhatian dan kerjasama serta sharenya kami mengucapkan terima kasih...

Oleh : Budi
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh eapryadi » 13 Sep 2012, 15:03

Budi Rukmara menulis:Mohon Pencerahan dengan kasus seperti ini :
Pada dokumen pengadaan (RKS) disebutkan bahwa metode evaluasi menggunakan metode evaluasi sistem nilai ambang batas. Pada Bab IV (LDP) disebutkan bahwa Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem Nilai Ambang (passing grade 80%), dengan Bobot Penilaian :
a. Metode Pelaksanaan bobot : 20
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan bobot : 20
c. Peralatan bobot : 15
d. Spesifikasi teknis bobot : 30
e. Personil Inti bobot : 15
Adapun sub unsur dari masing-masing unsur pokok tersebut diatas tidak dicantumkan dengan jelas atau terperinci didalam RKS. Singkat cerita ULP mengumumkan calon pemenang dimana Pemenangnya (misal nama perusahaan : A) menawarkan harga lebih tinggi dari salah satu perusahaan lainnya (misal nama perusahaan : B), sedangkan pada lampiran pengumuman tersebut melampirkan bahwa baik A dan B dinyatakan LULUS, baik administrasi, teknis, harga maupun kualifikasi.

Pertanyaan saya :
1. Apakah pengumuman tersebut diperbolehkan meskipun A menawarkan harga lebih tinggi dari B? padahal keduanya dinyatakan LULUS yang artinya sudah memenuhi ambang batas yang ditetapkan.
2. Apakah kondisi ini dapat dikategorikan bahwa ULP/Panitia melakukan perbuatan yang merugikan negara? karena B menawarkan harga lebih rendah, tetapi malah memenangkan A yang harganya lebih tinggi.
3. Apakah ULP/Panitia dapat meralat susunan pemenang, jika memang terdapat kekeliruan dalam mengumumkan calon pemenang tersebut?

Mohon penceraha, arahan dan dasar hukum yang dapat ditempuh oleh B. Atas perhatian dan kerjasama serta sharenya kami mengucapkan terima kasih...

Oleh : Budi

1-2. apakah harga yg dimaksud setelah koreksi aritmatik atau belum? hasil koreksi aritmatik bisa merubah urutan penawaran
3. penyedia yg merasa dirugikan bisa menyanggah dalam masa sanggah jika menemukan kesalahan atau penyimpangan terhadap prosedur selama pelelangan. jika pokja setuju dengan sanggahan ini maka bisa dilakukan evaluasi ulang yg mengubah susunan pemenang .
eapryadi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 470
Bergabung: 15 Jun 2012, 08:12

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 13 Sep 2012, 21:17

berdasarkan dokumen pengadaan bahwa pengumuman pemenang sudah melalui proses koreksi aritmatik. Jika perusahaan B akan membuat sanggahan, mohon dibantu pasal mana yang dapat dijadikan dasar hukum nya (dalam perpres 54/2010).
Terima kasih
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh eapryadi » 14 Sep 2012, 08:40

Budi Rukmara menulis:berdasarkan dokumen pengadaan bahwa pengumuman pemenang sudah melalui proses koreksi aritmatik. Jika perusahaan B akan membuat sanggahan, mohon dibantu pasal mana yang dapat dijadikan dasar hukum nya (dalam perpres 54/2010).
Terima kasih

sbelum dilanjutkan bisakah disebutkan jenis barang yg diadakan,metode pemilihan/kualifikasi dan evaluasinya?
eapryadi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 470
Bergabung: 15 Jun 2012, 08:12

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 14 Sep 2012, 14:28

Data / Informasi Pengadaan :
- Jenis barang yang dibutuhkan : bibit kakao/coklat, Pupuk, Pestisida dan Handsprayer (1 paket), dengan HPS 2 Milyar.
- Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi.
- Evaluasi dengan metode evaluasi sistem Nilai Ambang Batas (80%), rincian seperti saya infokan sebelumnya.
Mohon saran dan arahan langkah yang perlu diambil (posisi saya sebagai perusahaan B, yang menawarkan paling rendah diantara 2 perusahaan lainnya).
Terima kasih..
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh eapryadi » 14 Sep 2012, 15:30

Budi Rukmara menulis:Data / Informasi Pengadaan :
- Jenis barang yang dibutuhkan : bibit kakao/coklat, Pupuk, Pestisida dan Handsprayer (1 paket), dengan HPS 2 Milyar.
- Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi.
- Evaluasi dengan metode evaluasi sistem Nilai Ambang Batas (80%), rincian seperti saya infokan sebelumnya.
Mohon saran dan arahan langkah yang perlu diambil (posisi saya sebagai perusahaan B, yang menawarkan paling rendah diantara 2 perusahaan lainnya).
Terima kasih..

jika menggunakan evaluasi sistem nilai, maka urutan pemenang disusun berdasarkan perhitungan kombinasi nilai antara harga dan teknis. Harga diberi bobot 70-90%, teknis 10-30%, sehingga penawar terendah bisa tidak menjadi pemenang apabila nilai teknisnya rendah.

besaran bobot teknis dan harga harus dicantumkan dan dijelaskan dalam dokumen pengadaan
eapryadi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 470
Bergabung: 15 Jun 2012, 08:12

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 17 Sep 2012, 08:19

Yth.Pak Eapryadi

berdasarkan dokumen pengadaan hanya menyebutkan bahwa metode evaluasi menggunakan ambang batas, dgn penjelasan pada Bab IV (LDP) disebutkan bahwa Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem Nilai Ambang (passing grade 80%), dengan Bobot Penilaian :
a. Metode Pelaksanaan bobot : 20
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan bobot : 20
c. Peralatan bobot : 15
d. Spesifikasi teknis bobot : 30
e. Personil Inti bobot : 15
Hal bobot harga dan teknis tidak jelas. Setahu saya apabila metode passing grade, setiap perusahaan wajib mencapai minimal passing grade yg ditentukan, jika dalam pengadaan ini ditentukan minimal passing grade 80%, maka dari perusahaan2 yg lolos atau lulus passing grade tinggal memilih penawaran yg lebih rendah(?). Yg pasti ini bukan sistem merrit point...spt zaman keppres 80... mohon tanggapannya pak... trims
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh eapryadi » 17 Sep 2012, 08:46

Budi Rukmara menulis:Yth.Pak Eapryadi

berdasarkan dokumen pengadaan hanya menyebutkan bahwa metode evaluasi menggunakan ambang batas, dgn penjelasan pada Bab IV (LDP) disebutkan bahwa Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem Nilai Ambang (passing grade 80%), dengan Bobot Penilaian :
a. Metode Pelaksanaan bobot : 20
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan bobot : 20
c. Peralatan bobot : 15
d. Spesifikasi teknis bobot : 30
e. Personil Inti bobot : 15
Hal bobot harga dan teknis tidak jelas. Setahu saya apabila metode passing grade, setiap perusahaan wajib mencapai minimal passing grade yg ditentukan, jika dalam pengadaan ini ditentukan minimal passing grade 80%, maka dari perusahaan2 yg lolos atau lulus passing grade tinggal memilih penawaran yg lebih rendah(?). Yg pasti ini bukan sistem merrit point...spt zaman keppres 80... mohon tanggapannya pak... trims

setahu saya metode evaluasi terbagi 3, sistem gugur, sistem nilai dan sistem biaya selama umur ekonomis. nilai ambang batas digunakan dalam evaluasi teknis dan bisa digunakan dalam ketiga metode evaluasi tersebut. semua penawaran dgn nilai teknis di atas ambang batas dinyatakan LULUS evaluasi TEKNIS.

urutan pemenang setelah evaluasi teknis dan harga bergantung kepada metode evaluasi mana di antara 3 di atas yg digunakan.

jika menggunakan sistem gugur, maka harga terendah yg jadi pemenang. jika mengguanakan sistem nilai, maka pemenang adalah yg memiliki gabungan nilai teknis dan harga tertinggi (sesuai bobot yg ditetapkan panitia). evaluasi sistem biaya dgn umur ekonomis sy belum paham.

apabila panitia menggunakan sistem gugur, maka perusahaan B menjadi pemenang. apabila menggunakan sistem nilai, pembobotan teknis dan harga harus ditentukan dan dijelaskan dalam dokumen pengadaan.
eapryadi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 470
Bergabung: 15 Jun 2012, 08:12

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 17 Sep 2012, 09:24

Pak Eapryadi

kalo boleh, biar lebih jelas ada alamat email untuk saya kirimdokumen pengadaannya...
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

Re: PEMENANG DENGAN HARGA LEBIH TINGGI

Postoleh Budi Rukmara » 26 Sep 2012, 16:09

Yth Pak Eapriyadi

Kami sudah membuat sanggahan mempertanyakan konsistensi evaluasi, jawabannya sbb :
1. Metode evaluasi menggunakan Nilai Ambang Batas (passing grade 80%), mengacu pada Perpres 54/2010 pada Lampiran II huruf B (Pelaksanaan), Nomor 1 (Pelelangan Umum secara Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur), huruf f (evaluasi penawaran), yaitu :
a. Evaluasi Administrasi, terdiri dari : 1) Evaluasi Administrasi 1 (Surat Penawaran), 2) Evaluasi Administrasi 2 (Jaminan Penawaran), 3) Evaluasi Administrasi 3 (Kualifikasi)
b. Evaluasi Teknis, terdiri dari : 1) Metode Pelaksanaan, 2) Jadual Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan, 3) Peralatan, 4) Spesifikasi Teknis dan Gambar, 5) Personil Inti.
Dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur yang menggunakan embang batas nilai teknis, penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.
c. Evaluasi Biaya : sebelum evaluasi biaya, Panitia melakukan koreksi aritmatik terhadap penawaran masing-masing peserta.
2. Masing-masing hasil evaluasi tersebut diberi skor (bobot) berdasarkan rumus dan peraturan yang berlaku. Hasil pembobotan terhadap evaluasi disebut "skor hasil penawaran". Adapun skor hasil penawaran merupakan salah satu tolok ukur untuk menentukan rangking (urut-urutan) dalam menetapkan pemenang.
3. Panitia menetapkan pemenang berdasarkan jumlah skor tertinggi dari jumlah skor secara keseluruhan (administrasi, teknis dan biaya).
Dengan demikian, proses pelelangan menurut kami (Panitia) sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

Berdasarkan kutipan jawaban sanggahan dari Panitia tersebut, saya menjadi lebih bingung atas konsistensi aturan yang dipakai :
1. Di satu sisi mengatakan sistem gugur (karena dalam perpres 54/2010) memang dalam pengadaan tdak dikenal sistem nilai (merit point), tidak seperti Kepres 80 yg lalu,
tetapi di sisi lain penetapan pemenang berdasarkan "skor hasil penawaran" yaitu penjumlahan skor adm, teknis dan biaya (padahal dalam RKS tidak dijelaskan prosentase bobot masing-2 aspek tsb.
2. Nilai ambang batas untuk evaluasi teknis dan kami sudah dinyatakan LULUS (memenuhi nilai ambang batas)
Dengan demikian menurut hemat kami, dengan mengacu pada Lampiran II huruf B, Nomor 1 yang mengatakan bahwa Pelelangan Umum Secara PAscakualifikasi Metode Satu Sampul Dan Evaluasi Sistem Gugur, maka sudah jelas bahwa seharusnya kami sebagai Pemenang yg menawarkan harga lebih rendah dari 2 (dua) peserta lainnya.

Mohon pencerahan atas jawaban sanggah panitia tersebut diatas, dan langkah apa yg harus kami tempuh selain sanggah banding? karena kami pengusaha kecil untuk melakukan sanggah banding harus membayar jaminan sanggah banding.
Terima Kasih...
Budi Rukmara
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 13 Sep 2012, 11:38

tulis komentar

Berikutnya

Kembali ke Barang

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Google [Bot] dan 1 tamu