Menilai Kewajaran Harga Penawaran

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang Pekerjaan Konstruksi berdasarkan Perpres 54/2010

Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh alfakanif » 15 Jun 2011, 21:58

Pada Pengadaan jasa konstruksi nilai HPS adalah merupakan patokan tertinggi dari harga sebuah penawaran , namun peppres 54 tahu 2010 tidak menjelaskan secara detil kewajaran sebuah penawaran atau batas minimal dari sebuah penawaran , kalau kita membaca aturan evaluasi , Sebuah penawaran tidak dapat digugurkan pada tahapan evaluasi harga , karena disebutkan apabila harga penawaran kecil dari 80 % Hps , sulusinya hanya menaikan jaminan pelaksanaan menjadi 5% x HPS apabila penyedia tsb ditunjuk sebagai pemenang , hal tersebut menurut hemat kami tidak lah solusi yg baik karena pada prinsipnya penyedia jasa pasti cari untung dalam pelaksanaan pekerjaan .
Yang menjadi pertanyaan bagi kami bolehkah sebuah penawaran itu kita gugurkan karena menurut hitungan pokja harga yang ditawarkan tidak memenuhi harga pasar saat itu , karena harga yang wajar adalah salah satu faktor untuk mencapai kualitas dan spesiteknis yang telah ditetapkan dalam dukumen pengadaan ,mohon pendapat dan masukannya , wasalam Alfakanif
alfakanif
Newbie
Newbie
 
Post: 7
Bergabung: 03 Jun 2011, 20:50

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh khalid » 16 Jun 2011, 06:57

alfakanif menulis:Pada Pengadaan jasa konstruksi nilai HPS adalah merupakan patokan tertinggi dari harga sebuah penawaran , namun peppres 54 tahu 2010 tidak menjelaskan secara detil kewajaran sebuah penawaran atau batas minimal dari sebuah penawaran , kalau kita membaca aturan evaluasi , Sebuah penawaran tidak dapat digugurkan pada tahapan evaluasi harga , karena disebutkan apabila harga penawaran kecil dari 80 % Hps , sulusinya hanya menaikan jaminan pelaksanaan menjadi 5% x HPS apabila penyedia tsb ditunjuk sebagai pemenang , hal tersebut menurut hemat kami tidak lah solusi yg baik karena pada prinsipnya penyedia jasa pasti cari untung dalam pelaksanaan pekerjaan .
Yang menjadi pertanyaan bagi kami bolehkah sebuah penawaran itu kita gugurkan karena menurut hitungan pokja harga yang ditawarkan tidak memenuhi harga pasar saat itu , karena harga yang wajar adalah salah satu faktor untuk mencapai kualitas dan spesiteknis yang telah ditetapkan dalam dukumen pengadaan ,mohon pendapat dan masukannya , wasalam Alfakanif


Mengapa digugurkan kalau hal tersebut malah menguntungkan negara ?

Selama spek teknis memenuhi, maka berapapun harganya tetap wajib dilaksanakan oleh penyedia tersebut.

Statement yang berwarna merah di atas juga sifatnya subjektif, karena bisa saja penyedia sudah memiliki bahan baku dari proyek sebelumnya atau proyek lain yang dapat digunakan untuk kegiatan ini.

Oleh sebab itu, spek teknis harus ketat dan mencerminkan kualitas pekerjaan yang diinginkan. Juga tidak lupa pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan yang harus ketat, karena justru permasalahan biasanya muncul pada saat pelaksanaan pekerjaan.
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4178
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh zend » 16 Jun 2011, 10:18

kalau harganya wajar dan mereka dapat pertanggungjawabkan, kenapa harus digugurkan ??

ya lakukan saja klarifikasi ke ybs. terhadap harga-harga yang dianggap tidak wajar tsb,
jika hasilnya tidak dapat dipertanggungjawabkan ya gugurkan.
•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸
- berbagi ilmu menambah pengetahuan - Gambar
zend
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
 
Post: 127
Bergabung: 07 Apr 2011, 10:27

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh alfakanif » 16 Jun 2011, 23:24

Terima Kasih kami ucapkan kepada pak Khalid dan Bapak Zend atas semua masukan dan pendapatnya , namun pengalaman kami sebagai PNS yang kebetulan bertugas pada Dinas pekerjaan umum dan sering ditugaskan jadi panitia lelang mulai dari Keppres , 16 , 17 , 80 sampai saat ini pepres 54 th.2010 , yang menjadi pertanyaan kami kenapa pada kepres 80 th 2003 dan pepres 54 th 2010 tidak ada batas mininal sebuah penawaran , karena antara Spekteknis dengan Harga adalah saling menentukan dan mengenai pengawasan yg ketat tidak akan berhasil kalau tidak diiringi oleh iktikad baik dari penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.
Menurut hemat kami alangkah baiknya kualitas sebuah pekerjaan konstruksi sudah dipertimbangkan dari proses pelelangan tersebut ( Dalam hal Penetapan Pemenang ),dan untuk tidak menjadi keragu- raguan bagi Panitia Lelang / Pokja ketentuan tersebut harus diatur dengan tegas dalam Pepres tersebut.
Demikian saja Pak Khalid dan Pak Zend sekerdar berbagi pengalaman , wasalam dan terima kasih
alfakanif
Newbie
Newbie
 
Post: 7
Bergabung: 03 Jun 2011, 20:50

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh zend » 17 Jun 2011, 01:26

alfakanif menulis:Terima Kasih kami ucapkan kepada pak Khalid dan Bapak Zend atas semua masukan dan pendapatnya , namun pengalaman kami sebagai PNS yang kebetulan bertugas pada Dinas pekerjaan umum dan sering ditugaskan jadi panitia lelang mulai dari Keppres , 16 , 17 , 80 sampai saat ini pepres 54 th.2010 , yang menjadi pertanyaan kami kenapa pada kepres 80 th 2003 dan pepres 54 th 2010 tidak ada batas mininal sebuah penawaran , karena antara Spekteknis dengan Harga adalah saling menentukan dan mengenai pengawasan yg ketat tidak akan berhasil kalau tidak diiringi oleh iktikad baik dari penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.
Menurut hemat kami alangkah baiknya kualitas sebuah pekerjaan konstruksi sudah dipertimbangkan dari proses pelelangan tersebut ( Dalam hal Penetapan Pemenang ),dan untuk tidak menjadi keragu- raguan bagi Panitia Lelang / Pokja ketentuan tersebut harus diatur dengan tegas dalam Pepres tersebut.
Demikian saja Pak Khalid dan Pak Zend sekerdar berbagi pengalaman , wasalam dan terima kasih


khusus untuk pekerjaan konstruksi permasalahan "nilai penawaran yang rendah" menjadi dilema,
karena pada pekerjaan konstruksi didasari dengan prinsip "Biaya, Mutu, Waktu".
sehingga jaman sebelum keppres 80 ada "sistem koridor" pada penilaian penawaran,
yang membatasi pada range 80% - 100% dari nilai penawaran, untuk menjaga mutu hasil pekerjaan.

perubahan prinsip dasar yang lebih mengutamakan efisiensi anggaran pemerintah,
dan konon karena kebocoran anggaran pada belanja barang/ jasa pemerintah yang berkisar 30%,
maka kembalinya ke hukum ekonomi --- pengeluaran yang sekecil-kecilnya mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya ---

dari perubahan sistem tsb, memunculkan pertanyaan:
apakah penyusunan HPS tidak lagi dapat dipercaya ??

:roll:
•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸.•*´¨*•.¸¸
- berbagi ilmu menambah pengetahuan - Gambar
zend
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
 
Post: 127
Bergabung: 07 Apr 2011, 10:27

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh max modi » 17 Jun 2011, 07:03

khalid menulis:
alfakanif menulis:Pada Pengadaan jasa konstruksi nilai HPS adalah merupakan patokan tertinggi dari harga sebuah penawaran , namun peppres 54 tahu 2010 tidak menjelaskan secara detil kewajaran sebuah penawaran atau batas minimal dari sebuah penawaran , kalau kita membaca aturan evaluasi , Sebuah penawaran tidak dapat digugurkan pada tahapan evaluasi harga , karena disebutkan apabila harga penawaran kecil dari 80 % Hps , sulusinya hanya menaikan jaminan pelaksanaan menjadi 5% x HPS apabila penyedia tsb ditunjuk sebagai pemenang , hal tersebut menurut hemat kami tidak lah solusi yg baik karena pada prinsipnya penyedia jasa pasti cari untung dalam pelaksanaan pekerjaan .
Yang menjadi pertanyaan bagi kami bolehkah sebuah penawaran itu kita gugurkan karena menurut hitungan pokja harga yang ditawarkan tidak memenuhi harga pasar saat itu , karena harga yang wajar adalah salah satu faktor untuk mencapai kualitas dan spesiteknis yang telah ditetapkan dalam dukumen pengadaan ,mohon pendapat dan masukannya , wasalam Alfakanif


Mengapa digugurkan kalau hal tersebut malah menguntungkan negara ?

Selama spek teknis memenuhi, maka berapapun harganya tetap wajib dilaksanakan oleh penyedia tersebut.

Statement yang berwarna merah di atas juga sifatnya subjektif, karena bisa saja penyedia sudah memiliki bahan baku dari proyek sebelumnya atau proyek lain yang dapat digunakan untuk kegiatan ini.

Oleh sebab itu, spek teknis harus ketat dan mencerminkan kualitas pekerjaan yang diinginkan. Juga tidak lupa pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan yang harus ketat, karena justru permasalahan biasanya muncul pada saat pelaksanaan pekerjaan.

mohon maaf,.tolong di beri tahu kalo udah ada topik yang khusus membahas spek teknis,..karena saya cari di pojok kiri atas ngga ketemu...
dalam SBD yang berkewajiban mengisi Spesifikasi Teknis dan gambar adalah Pokja ULP
1. Hal- apa yang perlu ditulis dalam SpeK teknis? misalnya pekerjaan pembuatan Jalan Usaha Tani,..
2. Dalam Dokumen Pemilihan apakah Metode Pelaksanaan Juga harus Ditulis Oleh Pokja ULP ?
max modi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 414
Bergabung: 01 Apr 2011, 05:32

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh burhan » 17 Jun 2011, 07:14

zend menulis:
alfakanif menulis:Terima Kasih kami ucapkan kepada pak Khalid dan Bapak Zend atas semua masukan dan pendapatnya , namun pengalaman kami sebagai PNS yang kebetulan bertugas pada Dinas pekerjaan umum dan sering ditugaskan jadi panitia lelang mulai dari Keppres , 16 , 17 , 80 sampai saat ini pepres 54 th.2010 , yang menjadi pertanyaan kami kenapa pada kepres 80 th 2003 dan pepres 54 th 2010 tidak ada batas mininal sebuah penawaran , karena antara Spekteknis dengan Harga adalah saling menentukan dan mengenai pengawasan yg ketat tidak akan berhasil kalau tidak diiringi oleh iktikad baik dari penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.
Menurut hemat kami alangkah baiknya kualitas sebuah pekerjaan konstruksi sudah dipertimbangkan dari proses pelelangan tersebut ( Dalam hal Penetapan Pemenang ),dan untuk tidak menjadi keragu- raguan bagi Panitia Lelang / Pokja ketentuan tersebut harus diatur dengan tegas dalam Pepres tersebut.
Demikian saja Pak Khalid dan Pak Zend sekerdar berbagi pengalaman , wasalam dan terima kasih


khusus untuk pekerjaan konstruksi permasalahan "nilai penawaran yang rendah" menjadi dilema,
karena pada pekerjaan konstruksi didasari dengan prinsip "Biaya, Mutu, Waktu".
sehingga jaman sebelum keppres 80 ada "sistem koridor" pada penilaian penawaran,
yang membatasi pada range 80% - 100% dari nilai penawaran, untuk menjaga mutu hasil pekerjaan.

perubahan prinsip dasar yang lebih mengutamakan efisiensi anggaran pemerintah,
dan konon karena kebocoran anggaran pada belanja barang/ jasa pemerintah yang berkisar 30%,
maka kembalinya ke hukum ekonomi --- pengeluaran yang sekecil-kecilnya mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya ---

dari perubahan sistem tsb, memunculkan pertanyaan:
apakah penyusunan HPS tidak lagi dapat dipercaya ??

:roll:


dipercaya. tinggal pengawasan diperketat, dan ketegasan PPK
Avatar pengguna
burhan
Procurement Senior Lv. 1
Procurement Senior Lv. 1
 
Post: 558
Bergabung: 01 Apr 2011, 09:01

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh whytas » 17 Jun 2011, 07:45

alfakanif menulis:Terima Kasih kami ucapkan kepada pak Khalid dan Bapak Zend atas semua masukan dan pendapatnya , namun pengalaman kami sebagai PNS yang kebetulan bertugas pada Dinas pekerjaan umum dan sering ditugaskan jadi panitia lelang mulai dari Keppres , 16 , 17 , 80 sampai saat ini pepres 54 th.2010 , yang menjadi pertanyaan kami kenapa pada kepres 80 th 2003 dan pepres 54 th 2010 tidak ada batas mininal sebuah penawaran , karena antara Spekteknis dengan Harga adalah saling menentukan dan mengenai pengawasan yg ketat tidak akan berhasil kalau tidak diiringi oleh iktikad baik dari penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.
Menurut hemat kami alangkah baiknya kualitas sebuah pekerjaan konstruksi sudah dipertimbangkan dari proses pelelangan tersebut ( Dalam hal Penetapan Pemenang ),dan untuk tidak menjadi keragu- raguan bagi Panitia Lelang / Pokja ketentuan tersebut harus diatur dengan tegas dalam Pepres tersebut.
Demikian saja Pak Khalid dan Pak Zend sekerdar berbagi pengalaman , wasalam dan terima kasih


Tidak adanya batas minimal sebuah penawaran memberikan keleluasaan bagi penyedia untuk bisa menekan harga dengan spekteknis yang telah ditentukan, karena dalam penentuan spekteknis bisa jadi ada hal-hal yang tidak dimasukkan sebagai dasar pertimbangan, malah penyedia lebih mengetahui hal tersebut, jadi bisa dilakukan klarifikasi kepada penyedia. Kalau ada yg lebih murah dengan spek sama, kenapa tidak? saya rasa di sini prinsip efisiensi anggaran.
whytas
Newbie
Newbie
 
Post: 12
Bergabung: 03 Jun 2011, 17:02

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh khalid » 17 Jun 2011, 07:56

whytas menulis:
alfakanif menulis:Terima Kasih kami ucapkan kepada pak Khalid dan Bapak Zend atas semua masukan dan pendapatnya , namun pengalaman kami sebagai PNS yang kebetulan bertugas pada Dinas pekerjaan umum dan sering ditugaskan jadi panitia lelang mulai dari Keppres , 16 , 17 , 80 sampai saat ini pepres 54 th.2010 , yang menjadi pertanyaan kami kenapa pada kepres 80 th 2003 dan pepres 54 th 2010 tidak ada batas mininal sebuah penawaran , karena antara Spekteknis dengan Harga adalah saling menentukan dan mengenai pengawasan yg ketat tidak akan berhasil kalau tidak diiringi oleh iktikad baik dari penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.
Menurut hemat kami alangkah baiknya kualitas sebuah pekerjaan konstruksi sudah dipertimbangkan dari proses pelelangan tersebut ( Dalam hal Penetapan Pemenang ),dan untuk tidak menjadi keragu- raguan bagi Panitia Lelang / Pokja ketentuan tersebut harus diatur dengan tegas dalam Pepres tersebut.
Demikian saja Pak Khalid dan Pak Zend sekerdar berbagi pengalaman , wasalam dan terima kasih


Tidak adanya batas minimal sebuah penawaran memberikan keleluasaan bagi penyedia untuk bisa menekan harga dengan spekteknis yang telah ditentukan, karena dalam penentuan spekteknis bisa jadi ada hal-hal yang tidak dimasukkan sebagai dasar pertimbangan, malah penyedia lebih mengetahui hal tersebut, jadi bisa dilakukan klarifikasi kepada penyedia. Kalau ada yg lebih murah dengan spek sama, kenapa tidak? saya rasa di sini prinsip efisiensi anggaran.


Setuju.

Disinilah peranan PPK dalam menyusun Spek Teknis dan HPS. Jangan sampai asal menyusun spek yang akhirnya memberi peluang penyedia menekan harga dengan hanya menawarkan hal-hal yang tertuang dalam spek teknis, padahal ada bagian tertentu yang bernilai cukup tinggi tetapi tidak dituangkan.

Disini kesalahan terletak pada perencanaan, dan penyedia tidak dapat disalahkan karena hanya menawar berdasarkan spek yang telah ditentukan.
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4178
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: Menilai Kewajaran Harga Penawaran

Postoleh whytas » 18 Jun 2011, 07:25

khalid menulis:Setuju.

Disinilah peranan PPK dalam menyusun Spek Teknis dan HPS. Jangan sampai asal menyusun spek yang akhirnya memberi peluang penyedia menekan harga dengan hanya menawarkan hal-hal yang tertuang dalam spek teknis, padahal ada bagian tertentu yang bernilai cukup tinggi tetapi tidak dituangkan.

Disini kesalahan terletak pada perencanaan, dan penyedia tidak dapat disalahkan karena hanya menawar berdasarkan spek yang telah ditentukan.

;) Perencanaan memang memegang peranan sangat penting, gagal merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal 8-)
whytas
Newbie
Newbie
 
Post: 12
Bergabung: 03 Jun 2011, 17:02

tulis komentar

Berikutnya

Kembali ke Pekerjaan Konstruksi

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Bing [Bot], kujang101 dan 8 tamu