Tragedi Jaminan Penawaran

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang Pekerjaan Konstruksi berdasarkan Perpres 54/2010

Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh azzaazmy » 26 Okt 2012, 00:06

Salam hormat para suhu pengadaan barang/jasa..
Hari ini, kisah tragis menimpa kami. Menjadi penawar terendah, sudah dipanggil untuk klarifikasi dokumen, dinyatakan lengkap, maka kami pun berharap menang lelang tersebut. Tapi beberapa jam kemudian, ketika muncul pengumuman hasil lelang, kami terpana melihat layar monitor.. :( ternyata bukan kami pemenangnya.
Kami dinyatakan gugur evaluasi administrasi dengan alasan:

"Jaminan Penawaran Tidak Valid (tidak sah) setelah di croscek ke penerbit (form dari penerbit sah ketika ditanda tangani ) tidak sesuai dengan RKS BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1"

Kami pun mencari (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1 yang bunyinya: 27.6 Evaluasi Administrasi: a. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi; b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol);

Entah, betul atau kami salah lihat. Yang pasti, jika merujuk pada alasan tentang Jaminan Penawaran, maka kami bingung dengan aturan panitia lelang ini. Dalam IKP disebutkan pada 22.2 ayat h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) apabila menggunakan asuransi/ perusahaan penjamin sesuai dengan format bank hanya ada 1(satu) tanda tangan tanpa ada tanda tangan terjamin sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan;

Sebelum upload, kami sempat melihat ketentuan itu. Oleh karena sudah terlanjut memesan Jaminan Penawaran yang tercantum nama perusahaan dan nama direktur selaku terjamin, maka kami pun upload dengan tanpa menandatanganinya. Ini lantara pada lelang sebelumnya, di tempat yang sama, kami dinyatakan gugur lantaran terdapat 2 (dua) tanda tangan dalam Jaminan Penawaran. Atas dasar itulah, kami kemudian membiarkan Jaminan Penawaran tanpa tanda tangan dan cap perusahaan kami. Dan kami pun tampil sebagai penawar terendah, sampai kemudian menerima undangan klarifikasi dokumen, kami datang dan kami dinyatakan lengkap. Lalu tragedi Jaminan Penawaran itu pun menimpa kami.

Setelah pengumuman hasil lelang itu, kami mengkonfirmasi ke asuransi penerbit Jaminan Penawaran tersebut. Dijawab, iya ada panitia yang cross check soal kenapa kok menerbitkan Jaminan Penawaran dengan 2 (dua) isian tanda tangan? Kepada panitia itu, dijawab bahwa hal itu sesuai permintaan terjamin.

Nah, curhat ini pun berujung permohonan kepada para suhu, untuk berbagi kisah soal Jaminan Penawaran. Apakah memang diperbolehkan panitia meminta syarat khusus/format tertentu? Bukankah esensi alias substansi-nya, Jaminan Penawaran itu dapat dicairkan dengan format bagaimanapun?

Salam ta'dzim..
azzaazmy
Newbie
Newbie
 
Post: 21
Bergabung: 17 Jul 2011, 01:28

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh khalid » 26 Okt 2012, 17:10

azzaazmy menulis:Salam hormat para suhu pengadaan barang/jasa..
Hari ini, kisah tragis menimpa kami. Menjadi penawar terendah, sudah dipanggil untuk klarifikasi dokumen, dinyatakan lengkap, maka kami pun berharap menang lelang tersebut. Tapi beberapa jam kemudian, ketika muncul pengumuman hasil lelang, kami terpana melihat layar monitor.. :( ternyata bukan kami pemenangnya.
Kami dinyatakan gugur evaluasi administrasi dengan alasan:

"Jaminan Penawaran Tidak Valid (tidak sah) setelah di croscek ke penerbit (form dari penerbit sah ketika ditanda tangani ) tidak sesuai dengan RKS BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1"

Kami pun mencari (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1 yang bunyinya: 27.6 Evaluasi Administrasi: a. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi; b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol);

Entah, betul atau kami salah lihat. Yang pasti, jika merujuk pada alasan tentang Jaminan Penawaran, maka kami bingung dengan aturan panitia lelang ini. Dalam IKP disebutkan pada 22.2 ayat h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) apabila menggunakan asuransi/ perusahaan penjamin sesuai dengan format bank hanya ada 1(satu) tanda tangan tanpa ada tanda tangan terjamin sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan;

Sebelum upload, kami sempat melihat ketentuan itu. Oleh karena sudah terlanjut memesan Jaminan Penawaran yang tercantum nama perusahaan dan nama direktur selaku terjamin, maka kami pun upload dengan tanpa menandatanganinya. Ini lantara pada lelang sebelumnya, di tempat yang sama, kami dinyatakan gugur lantaran terdapat 2 (dua) tanda tangan dalam Jaminan Penawaran. Atas dasar itulah, kami kemudian membiarkan Jaminan Penawaran tanpa tanda tangan dan cap perusahaan kami. Dan kami pun tampil sebagai penawar terendah, sampai kemudian menerima undangan klarifikasi dokumen, kami datang dan kami dinyatakan lengkap. Lalu tragedi Jaminan Penawaran itu pun menimpa kami.

Setelah pengumuman hasil lelang itu, kami mengkonfirmasi ke asuransi penerbit Jaminan Penawaran tersebut. Dijawab, iya ada panitia yang cross check soal kenapa kok menerbitkan Jaminan Penawaran dengan 2 (dua) isian tanda tangan? Kepada panitia itu, dijawab bahwa hal itu sesuai permintaan terjamin.

Nah, curhat ini pun berujung permohonan kepada para suhu, untuk berbagi kisah soal Jaminan Penawaran. Apakah memang diperbolehkan panitia meminta syarat khusus/format tertentu? Bukankah esensi alias substansi-nya, Jaminan Penawaran itu dapat dicairkan dengan format bagaimanapun?

Salam ta'dzim..


Kirim surat resmi ke penerbit jaminan, sampaikan apakah dengan kondisi jaminan tersebut maka jaminan dapat dicairkan? Apabila jawabannya iya, maka kesalahan yang terjadi bukanlah penyimpangan yang substansial dan tidak dapat digugurkan. (Kalau pakai Perpres 54/2010 ada pada Lampiran II, B, 1, f, 7)
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4188
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh aiririah » 26 Okt 2012, 20:18

azzaazmy menulis:Salam hormat para suhu pengadaan barang/jasa..
Hari ini, kisah tragis menimpa kami. Menjadi penawar terendah, sudah dipanggil untuk klarifikasi dokumen, dinyatakan lengkap, maka kami pun berharap menang lelang tersebut. Tapi beberapa jam kemudian, ketika muncul pengumuman hasil lelang, kami terpana melihat layar monitor.. :( ternyata bukan kami pemenangnya.
Kami dinyatakan gugur evaluasi administrasi dengan alasan:

"Jaminan Penawaran Tidak Valid (tidak sah) setelah di croscek ke penerbit (form dari penerbit sah ketika ditanda tangani ) tidak sesuai dengan RKS BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1"

Kami pun mencari (IKP) point D.ayat 27 huruf 27.6 no 1 yang bunyinya: 27.6 Evaluasi Administrasi: a. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi; b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol);

Entah, betul atau kami salah lihat. Yang pasti, jika merujuk pada alasan tentang Jaminan Penawaran, maka kami bingung dengan aturan panitia lelang ini. Dalam IKP disebutkan pada 22.2 ayat h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) apabila menggunakan asuransi/ perusahaan penjamin sesuai dengan format bank hanya ada 1(satu) tanda tangan tanpa ada tanda tangan terjamin sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan;

Sebelum upload, kami sempat melihat ketentuan itu. Oleh karena sudah terlanjut memesan Jaminan Penawaran yang tercantum nama perusahaan dan nama direktur selaku terjamin, maka kami pun upload dengan tanpa menandatanganinya. Ini lantara pada lelang sebelumnya, di tempat yang sama, kami dinyatakan gugur lantaran terdapat 2 (dua) tanda tangan dalam Jaminan Penawaran. Atas dasar itulah, kami kemudian membiarkan Jaminan Penawaran tanpa tanda tangan dan cap perusahaan kami. Dan kami pun tampil sebagai penawar terendah, sampai kemudian menerima undangan klarifikasi dokumen, kami datang dan kami dinyatakan lengkap. Lalu tragedi Jaminan Penawaran itu pun menimpa kami.

Setelah pengumuman hasil lelang itu, kami mengkonfirmasi ke asuransi penerbit Jaminan Penawaran tersebut. Dijawab, iya ada panitia yang cross check soal kenapa kok menerbitkan Jaminan Penawaran dengan 2 (dua) isian tanda tangan? Kepada panitia itu, dijawab bahwa hal itu sesuai permintaan terjamin.

Nah, curhat ini pun berujung permohonan kepada para suhu, untuk berbagi kisah soal Jaminan Penawaran. Apakah memang diperbolehkan panitia meminta syarat khusus/format tertentu? Bukankah esensi alias substansi-nya, Jaminan Penawaran itu dapat dicairkan dengan format bagaimanapun?

Salam ta'dzim..

Seperti yang disampaikan pak khalid, tinggal surati penerbit jaminan dan bila bisa dicairkan tanpa syarat 14 hari, berarti memenuhi syarat. Yang anda maksud klarifikasi dokumen itu pembuktian kualifikasi ya? Bila iya aneh sekali pokja ULPnya, yang bisa ikut pembuktian kualifikasi adalah calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2, bila penawaran anda yg terendah dari ketiganya seharusnya jadi pemenang.
mottoku adalah : aiririah
Avatar pengguna
aiririah
Procurement Senior Lv. 2
Procurement Senior Lv. 2
 
Post: 1241
Bergabung: 10 Sep 2011, 10:46

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh azzaazmy » 26 Okt 2012, 23:00

[/quote]
Seperti yang disampaikan pak khalid, tinggal surati penerbit jaminan dan bila bisa dicairkan tanpa syarat 14 hari, berarti memenuhi syarat. Yang anda maksud klarifikasi dokumen itu pembuktian kualifikasi ya? Bila iya aneh sekali pokja ULPnya, yang bisa ikut pembuktian kualifikasi adalah calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2, bila penawaran anda yg terendah dari ketiganya seharusnya jadi pemenang.[/quote]

Betul.. Kami diundang pembuktian kualifikasi (tertulis melalui e-mail dan juga telfon). Kami sudah sempatkan hadir memenuhi undangan itu (kami takut jaminan penawaran dicairkan jika kami tidak hadir.. :)). Saat hadir, seluruh dokumen kami yang asli sudah diperiksa. Dokumen penawaran yang kami upload juga sudah diminta oleh ULP-nya. Kami tandatangan berita acara pembuktian kualifikasi. Sudah pula dinyatakan lengkap. Tapi saat pengumuman, muncul calon pemenangnya adalah penawar terendah urutan 4. Kami sendiri terendah urutan 1. Urutan terendah ke-2 juga dinyatakan gugur dengan alasan yang sama dengan kami. Urutan ke-3 gugur karena dinyatakan metode pelaksanaan tidak sesuai dengan dokumen pengadaan. Hmm. Aneh memang.. :)

Terimakasih pak khalid n bu airiah atas sarannya. Kami akan ikhtiar menyurati pihak penerbit asuransi. Semoga mau menjawab secara resmi dan tertulis agar bisa jadi dasar kami melakukan sanggahan..
azzaazmy
Newbie
Newbie
 
Post: 21
Bergabung: 17 Jul 2011, 01:28

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh khalid » 27 Okt 2012, 10:14

azzaazmy menulis:
aiririah menulis:Seperti yang disampaikan pak khalid, tinggal surati penerbit jaminan dan bila bisa dicairkan tanpa syarat 14 hari, berarti memenuhi syarat. Yang anda maksud klarifikasi dokumen itu pembuktian kualifikasi ya? Bila iya aneh sekali pokja ULPnya, yang bisa ikut pembuktian kualifikasi adalah calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2, bila penawaran anda yg terendah dari ketiganya seharusnya jadi pemenang.


Betul.. Kami diundang pembuktian kualifikasi (tertulis melalui e-mail dan juga telfon). Kami sudah sempatkan hadir memenuhi undangan itu (kami takut jaminan penawaran dicairkan jika kami tidak hadir.. :)). Saat hadir, seluruh dokumen kami yang asli sudah diperiksa. Dokumen penawaran yang kami upload juga sudah diminta oleh ULP-nya. Kami tandatangan berita acara pembuktian kualifikasi. Sudah pula dinyatakan lengkap. Tapi saat pengumuman, muncul calon pemenangnya adalah penawar terendah urutan 4. Kami sendiri terendah urutan 1. Urutan terendah ke-2 juga dinyatakan gugur dengan alasan yang sama dengan kami. Urutan ke-3 gugur karena dinyatakan metode pelaksanaan tidak sesuai dengan dokumen pengadaan. Hmm. Aneh memang.. :)

Terimakasih pak khalid n bu airiah atas sarannya. Kami akan ikhtiar menyurati pihak penerbit asuransi. Semoga mau menjawab secara resmi dan tertulis agar bisa jadi dasar kami melakukan sanggahan..


Menegaskan yang disampaikan aiririah, panitia juga telah melakukan pelanggaran prosedur, yaitu dengan mengundang pembuktian kualifikasi dan digugurkan pada tahapan administrasi penawaran.
Seharusnya penyedia yangh gugur pada tahapan evaluasi administrasi tidak dievaluasi kualifikasi apalagi sampai pembuktian kualifikasi.
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4188
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh azzaazmy » 27 Okt 2012, 10:24

[/quote]

Menegaskan yang disampaikan aiririah, panitia juga telah melakukan pelanggaran prosedur, yaitu dengan mengundang pembuktian kualifikasi dan digugurkan pada tahapan administrasi penawaran.
Seharusnya penyedia yangh gugur pada tahapan evaluasi administrasi tidak dievaluasi kualifikasi apalagi sampai pembuktian kualifikasi.[/quote]

Mohon maaf pak Khalid, jadi apabila panitia sudah mengundang kami untuk pembuktian kualifikasi dengan kondisi: penawaran terendah 1, kami hadir dan dinyatakan dokumen sesuai dengan aslinya, berarti kami jadi pemenang? Dalam kasus kami, pak Khalid menyebutkan bahwa panitia telah melakukan pelanggaran prosedur. Boleh tahu dasar hukumnya pak? Apakah ini bisa kami pakai juga untuk dasar sanggahan? Terimakasih..
azzaazmy
Newbie
Newbie
 
Post: 21
Bergabung: 17 Jul 2011, 01:28

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh khalid » 27 Okt 2012, 10:31

azzaazmy menulis:Mohon maaf pak Khalid, jadi apabila panitia sudah mengundang kami untuk pembuktian kualifikasi dengan kondisi: penawaran terendah 1, kami hadir dan dinyatakan dokumen sesuai dengan aslinya, berarti kami jadi pemenang? Dalam kasus kami, pak Khalid menyebutkan bahwa panitia telah melakukan pelanggaran prosedur. Boleh tahu dasar hukumnya pak? Apakah ini bisa kami pakai juga untuk dasar sanggahan? Terimakasih..


Betul. Harusnya anda jadi pemenang karena evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang (Lampiran III, B, 1, g Perpres 54/2010)

Tahapan evaluasi kualifikasi dilakukan setelah evaluasi penawaran (Pasal 57) sehingga hanya yang lulus penawaran yang dievaluasi dokumen kualifikasinya.
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4188
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh azzaazmy » 27 Okt 2012, 10:59

[/quote]

Betul. Harusnya anda jadi pemenang karena evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang (Lampiran III, B, 1, g Perpres 54/2010)

Tahapan evaluasi kualifikasi dilakukan setelah evaluasi penawaran (Pasal 57) sehingga hanya yang lulus penawaran yang dievaluasi dokumen kualifikasinya.[/quote]

Kami melihat Lampiran III Perpres 54/2010. Pada huruf B, 1, h = Pembuktian Kualifikasi disebutkan antara lain :

1) Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi.
2) Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya.
3) ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan.
4) Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta digugurkan, badan usaha dan pengurus atau peserta
perorangan dimasukkan dalam Daftar Hitam.
5) Apabila tidak ada penawaran yang lulus pembuktian kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

Apakah panitia bisa menjadikan angka 3) sebagai dasar melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi ke pihak asuransi selaku penerbit jaminan penawaran untuk kemudian menggugurkan kami? Manakah yang seharusnya terlebih dahulu dilakukan, klarifikasi ke penerbit asuransi ataukah mengundang kami untuk klarifikasi/pembuktian kualifikasi?
azzaazmy
Newbie
Newbie
 
Post: 21
Bergabung: 17 Jul 2011, 01:28

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh eapryadi » 28 Okt 2012, 10:47

azzaazmy menulis:Betul. Harusnya anda jadi pemenang karena evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang (Lampiran III, B, 1, g Perpres 54/2010)

Tahapan evaluasi kualifikasi dilakukan setelah evaluasi penawaran (Pasal 57) sehingga hanya yang lulus penawaran yang dievaluasi dokumen kualifikasinya.


Kami melihat Lampiran III Perpres 54/2010. Pada huruf B, 1, h = Pembuktian Kualifikasi disebutkan antara lain :

1) Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi.
2) Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya.
3) ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan.
4) Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta digugurkan, badan usaha dan pengurus atau peserta
perorangan dimasukkan dalam Daftar Hitam.
5) Apabila tidak ada penawaran yang lulus pembuktian kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

Apakah panitia bisa menjadikan angka 3) sebagai dasar melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi ke pihak asuransi selaku penerbit jaminan penawaran untuk kemudian menggugurkan kami? Manakah yang seharusnya terlebih dahulu dilakukan, klarifikasi ke penerbit asuransi ataukah mengundang kami untuk klarifikasi/pembuktian kualifikasi?[/quote]

jaminan penawaran adalah bagian persyaratan administrasi, bukan kualifikasi. evaluasi kualifikasi (dilanjutkan dgn pembuktian kualifikasi) dilakukan terhadap 3 peserta yg lulus evaluasi administrasi, teknis dan harga.

klarifikasi pada poin 3 tersebut dilakukan terhadap dokumen2 kualifikasi seperti SIUP, SIUJK dll... bukan terhadap Jaminan penawaran
eapryadi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 470
Bergabung: 15 Jun 2012, 08:12

Re: Tragedi Jaminan Penawaran

Postoleh azzaazmy » 28 Okt 2012, 11:59

eapryadi menulis:
azzaazmy menulis:Betul. Harusnya anda jadi pemenang karena evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang (Lampiran III, B, 1, g Perpres 54/2010)

Tahapan evaluasi kualifikasi dilakukan setelah evaluasi penawaran (Pasal 57) sehingga hanya yang lulus penawaran yang dievaluasi dokumen kualifikasinya.




jaminan penawaran adalah bagian persyaratan administrasi, bukan kualifikasi. evaluasi kualifikasi (dilanjutkan dgn pembuktian kualifikasi) dilakukan terhadap 3 peserta yg lulus evaluasi administrasi, teknis dan harga.

klarifikasi pada poin 3 tersebut dilakukan terhadap dokumen2 kualifikasi seperti SIUP, SIUJK dll... bukan terhadap Jaminan penawaran[/quote]

Terimakasih pencerahannya Bapak Eapryadi..

Dengan kata lain, panitia telah melakukan pelanggaran ya pak? Kuatkah dasar kami untuk melakukan sanggahan? Selanjutnya, kami ingin pencerahan lagi terkait Lampiran III B, 1, g, 7 bahwa:

7) Evaluasi kualifikasi dapat dilakukan sebelum evaluasi penawaran.

Jika kami melakukan sanggahan kemudian dibantah dengan aturan itu, logiskah? Ataukah mengada-ada?

Btw, yg kami juga heran, setelah pengumuman hasil lelang itu, sejak dua hari ini sampai saat ini, LPSE tersebut tidak bisa diakses. Entah karena apa..
azzaazmy
Newbie
Newbie
 
Post: 21
Bergabung: 17 Jul 2011, 01:28

tulis komentar

Berikutnya

Kembali ke Pekerjaan Konstruksi

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu

cron