PAJAK GANDA

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang hal-hal yang bersifat umum, seperti organisasi pengadaan, aturan-aturan di luar Perpres 54/2010, dan lain-lain

Re: PAJAK GANDA

Postoleh khalid » 13 Apr 2011, 07:06

guskun menulis:Ya BETUL. Memang ketentuan di APBN/APBD mengharuskan Satker/SKPD melakukan pemungutan PPN. Dalam kerangka teori peraturan, memang apabila terjadi kelebihan atas pemungutan PPN dapat direstitusi atau dikompensasikan ke tahun berikutnya.

Yang perlu dipahami sebenarnya adalah begini :
1) saat rekanan beli barang dr pabrik, dipungut PPN Masukan. uang untuk membayar PPN masukan ini adalah uang rekanan selaku pembeli. PPN masukan ini adalah kredit pajak yang harus diperhitungkan pada akhir bulan.
2) saat rekanan menjual ke Satker, dipungut PPN Keluaran. uang PPN keluaran ini sebenarnya adalah uang milik pemerintah selaku pembeli.


Yang nanti direstitusi, apakah PPN Masukan atau Keluaran pak ?
Avatar pengguna
khalid
Site Admin
Site Admin
 
Post: 4189
Bergabung: 30 Mar 2011, 21:26
Lokasi: DKI Jakarta

Re: PAJAK GANDA

Postoleh guskun » 13 Apr 2011, 15:03

jika ada lebih bayar, yang di restitusi adalah Pajak Masukannya.
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

Re: PAJAK GANDA

Postoleh max modi » 13 Apr 2011, 17:03

guskun menulis:
max modi menulis:bagaimana kalo tetep kena pajak ganda pak ? utk dana APBD,..rekanan selalu diminta bayar PPN lagi pak atas nama cv bersangkutan selaku wajib pajak,.malahan 10/110 x nilai kontrak..
memang ad sih jalan keluar berupa Restitusi pajak..tapi dalam praktiknya sangat sulit.


apa yg dimaksud dengan bayar ppn lagi ?[/quotkan pada waktu beli ke pabrik kan barang tersebut sudah kena PPN pak..tetapi tentunya atas nama pabrik tersebut...nah lalu barang ini dibawa oleh rekanan kedaerah..kalo dana APBD biasanya salah satu syarat menerbitkan SP2D adalah Pajak PPN dan PPh nya harus dibayar duluan..
- PPN senilai 10/110 x nilai Kontrak ditambah
- PPh 1,5 % x ( nilai Kontrak - PPh ).
jadi untuk 1 barang yang sama PPN nya dibayar 2 x.
max modi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 414
Bergabung: 01 Apr 2011, 05:32

Re: PAJAK GANDA

Postoleh abdussamad » 13 Apr 2011, 17:28

guskun menulis:Ya BETUL. Memang ketentuan di APBN/APBD mengharuskan Satker/SKPD melakukan pemungutan PPN. Dalam kerangka teori peraturan, memang apabila terjadi kelebihan atas pemungutan PPN dapat direstitusi atau dikompensasikan ke tahun berikutnya.

Yang perlu dipahami sebenarnya adalah begini :
1) saat rekanan beli barang dr pabrik, dipungut PPN Masukan. uang untuk membayar PPN masukan ini adalah uang rekanan selaku pembeli. PPN masukan ini adalah kredit pajak yang harus diperhitungkan pada akhir bulan.
2) saat rekanan menjual ke Satker, dipungut PPN Keluaran. uang PPN keluaran ini sebenarnya adalah uang milik pemerintah selaku pembeli.

Maaf Pa guskun mau nanya, pernah tidak mengurus restitusi pajak , bagaimana kalau restitusi pajak yg diurus nilainya kecil, mudah tidak mengurusnya?
abdussamad
Newbie
Newbie
 
Post: 66
Bergabung: 04 Apr 2011, 10:49

Re: PAJAK GANDA

Postoleh guskun » 13 Apr 2011, 20:31

max modi menulis:
guskun menulis:
max modi menulis:bagaimana kalo tetep kena pajak ganda pak ? utk dana APBD,..rekanan selalu diminta bayar PPN lagi pak atas nama cv bersangkutan selaku wajib pajak,.malahan 10/110 x nilai kontrak..
memang ad sih jalan keluar berupa Restitusi pajak..tapi dalam praktiknya sangat sulit.


apa yg dimaksud dengan bayar ppn lagi ?[/quotkan pada waktu beli ke pabrik kan barang tersebut sudah kena PPN pak..tetapi tentunya atas nama pabrik tersebut...nah lalu barang ini dibawa oleh rekanan kedaerah..kalo dana APBD biasanya salah satu syarat menerbitkan SP2D adalah Pajak PPN dan PPh nya harus dibayar duluan..
- PPN senilai 10/110 x nilai Kontrak ditambah
- PPh 1,5 % x ( nilai Kontrak - PPh ).
jadi untuk 1 barang yang sama PPN nya dibayar 2 x.


apa yang disampaikan betul pak, itu karena memang Satker itu adalah pemungut pajak. konsekwensinya rekanan dipungut pajak depan dan belakang.
tapi perlu diingat adalah :
- waktu rekanan membeli dr pabrik, sebagai pembeli rekanan tsb kena ppn, ppn dipungut oleh penjual yaitu pabrik.
- wakru rekanan menjual ke satker, yang kena PPN itu sebenarnya adalah pembeli yaitu pemerintah. hanya bedanya dalam transaksi ini, pemerintah selaku pembeli memungut langsung PPN nya.
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

Re: PAJAK GANDA

Postoleh guskun » 13 Apr 2011, 20:33

abdussamad menulis:
guskun menulis:Ya BETUL. Memang ketentuan di APBN/APBD mengharuskan Satker/SKPD melakukan pemungutan PPN. Dalam kerangka teori peraturan, memang apabila terjadi kelebihan atas pemungutan PPN dapat direstitusi atau dikompensasikan ke tahun berikutnya.

Yang perlu dipahami sebenarnya adalah begini :
1) saat rekanan beli barang dr pabrik, dipungut PPN Masukan. uang untuk membayar PPN masukan ini adalah uang rekanan selaku pembeli. PPN masukan ini adalah kredit pajak yang harus diperhitungkan pada akhir bulan.
2) saat rekanan menjual ke Satker, dipungut PPN Keluaran. uang PPN keluaran ini sebenarnya adalah uang milik pemerintah selaku pembeli.

Maaf Pa guskun mau nanya, pernah tidak mengurus restitusi pajak , bagaimana kalau restitusi pajak yg diurus nilainya kecil, mudah tidak mengurusnya?



Saya PNS Departemen Keuangan, tentu saja tidak pernah mengurus restitusi PPN.
Diskusi ini awalnya bukan dalam konteks mengurus restitusi PPN itu mudah atau sulit, tapi dalam konteks bagaimana mencari harga pokok barang dalam penyusunan HPS.
Nah, salah satu cara mencari harga pokok barang adalh menghilangkan unsur PPN Masukan pada barang yang dibeli.
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

Re: PAJAK GANDA

Postoleh max modi » 13 Apr 2011, 21:13

aby menulis:
guskun menulis:Caranya begini pak :
1) harga pabrik sudah termasuk PPN ini kita bagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a) harga jual sblm PPN = (100/110) * harga pabrik tsb di atas
b) PPN (yg dipungut pabrik) = (10/110) * harga pabrik tsb di atas

2) Lalu hitung HPS dengan cara : HARGA jual sblm PPN (hasil perhitungan tsb di atas) + BIAYA PENGIRIMAN + KEUNTUNGAN (pihak ketiga/pemborong)+PPN

3) pada prinsipnya dalam setiap tingkatan perdagangan, tetap dikenakan PPN.

Dimana keuntungan kontrraktor kalau dia ambil barang dipabrik kan pasti dikenakan PPN juga, setelah itu pas mengambil termyn di kenakan PPN lagi, sedangkan prakteknya utk restitusi susah

kembali ke pertanyaan pak Aby
Dimana keuntungan kontrraktor ?
apabila Hps dihitung harga jual sebelum ppn masukan + 15 % Over head + 10 % ppn, sementara untuk bayar pajak aja 20 % ..cukupkah keuntungan 5 % ?
max modi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
 
Post: 414
Bergabung: 01 Apr 2011, 05:32

Re: PAJAK GANDA

Postoleh guskun » 13 Apr 2011, 22:07

Ya memang pak Max, sistem pemungutan PPN Keluaran oleh Satker/SKPD telah membuat arus kas rekanan menjadi sangat terbatas alias tipis.
hitung2 annya, rekanan baru untung memadai jika sudah me restitusi PPN yang telah dilakukan pemungutan pihak lain
Happy Procure !!!

http://guskun.com, PERTAMA menyediakan newslatter mingguan, terhubung ke seluruh social media
http://bukutender.com
http://www.carajawab.com/?id=guskun
URGENT : guskun@pengadaan.org or info@guskun.com
guskun
Procurement Specialist
Procurement Specialist
 
Post: 2305
Bergabung: 01 Apr 2011, 20:43
Lokasi: Jakarta, Surabaya

Re: PAJAK GANDA

Postoleh abdussamad » 14 Apr 2011, 04:53

guskun menulis:Ya memang pak Max, sistem pemungutan PPN Keluaran oleh Satker/SKPD telah membuat arus kas rekanan menjadi sangat terbatas alias tipis.
hitung2 annya, rekanan baru untung memadai jika sudah me restitusi PPN yang telah dilakukan pemungutan pihak lain

Teman saya pernah coba mengurus restitusi tsb ternyata tidak mudah, berbelit dan perlu waktu sehingga tdk jadi dilakukan sehingga keuntungan jadi sangat tipis. Untuk lelang diperuntukan usaha kecil banyak kontraktor usaha kecil kalau dihitung-2 keuntungan seperti tsb memilih tdk ikut lelang jadi praktiknya banyak yg berani menawar adalah pengusaha besar(agen/dealer) dgn menggunakan perusahaan usaha kecil karena keuntungan kecil tdk jadi soal karena mereka menguasai pasar jadi mungkin perlu diatur lagi oleh departemen keuangan sistim pemungutan PPN di Pemerintah agar regulasinya memungkinkan apabila sudah ada faktu pajak dari pabrik maka setelah dihitung kembali PPNnya maka sisanya saja yg harus dibayar pada saat pembayaran termyn
abdussamad
Newbie
Newbie
 
Post: 66
Bergabung: 04 Apr 2011, 10:49

Re: PAJAK GANDA

Postoleh Rohima » 16 Apr 2011, 09:40

Adeng menulis:
guskun menulis:Yang A pak ....
simulasi sederhana begini :
- Harga Jual sbl PPN = a
- Biaya Pengiriman = b
- Overhead = c
- Jumlah = d ( a+b+c)
- PPN 10% = 0,1*d
- HPS = 1,1*d

Semoga bisa menjadi pencerahan


Sekali lagi terima kasih banyak pak, sekarang makin cerah dan jelas.... :D


Apakah memang seperti itu menghitung PPN nya?pengalaman saya pihak keuangan menghitung PPN yang harus dibayar rekanan adalah 10% x nilai paket...yang mana nih benarnya?
Avatar pengguna
Rohima
Newbie
Newbie
 
Post: 34
Bergabung: 30 Mar 2011, 22:31
Lokasi: Palangkaraya

tulis komentar

SebelumnyaBerikutnya

Kembali ke Umum

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 4 tamu