Penganggaran dalam Pengadaan Barang/Jasa

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang hal-hal yang bersifat umum, seperti organisasi pengadaan, aturan-aturan di luar Perpres 54/2010, dan lain-lain

Penganggaran dalam Pengadaan Barang/Jasa

Postoleh mas.boed » 10 Jul 2012, 16:55

Salam hormat rekan2....

Langsung to the point :
1. Mengacu Perpres 54/2010 pasal 23 (2), ada beberapa item yang harus disediakan dalam hal penganggaran terkait dengan pengadaan barang/jasa. Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya :
a. Dalam perencanaan anggaran, hal-hal apa yang menjadi detail kegiatan yang bisa dimunculkan dalam rangka pengadaan barang/jasa?
b. Untuk pekerjaan konstruksi, apakah item2 tersebut masuk dalam Belanja Modal?? Mengingat pada Peraturan Menteri Keuangan (maaf saya lupa nomornya) hal tersebut merupakan belanja barang.
c. Apakah pembelian sarana untuk memperlancar kegiatan berupa pembelian alat pengolah data (laptop,printer, dsb) bisa dimunculkan dalam rangka pengadaan barang/jasa tersebut? Ataukah dalam paket tersendiri/pengadaan tersendiri?
2. Mengacu pada Permen PU No. 45/PRT/M/2007, instansi yang akan melaksanakan pekerjaan konstruksi harus mengajukan permohonan ke Dinas Cipta Karya terdekat untuk pemberian bantuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Selanjutnya Dinas Cipta karya akan memberikan bantuan teknis berupa personil dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Terkait hal tersebut :
a. Biaya apa saja yang bisa muncul?? Apakah honorarium,biaya rapat atau transportasi untuk personil teknis bisa ? Mengingat dalam Standar Biaya Umum (SBU) 2012 tidak disebutkan.
b. Apakah besarnya honorariumnya sama dengan Panitia?Atau adakah acuan (aturan) lain yang mengatur besarnya honor pengelola teknis dari Cipta Karya?
3. Terkait pada pertanyaan 1 dan 2, apabila bisa dimasukkan dalam penganggaran pengadaan barang/jasa bagaimana pertanggungjawabannya (SPJ)?
Mohon pencerahan dari rekan2 skalian.... Terima kasih....
mas.boed
Newbie
Newbie
 
Post: 15
Bergabung: 19 Mei 2011, 11:15

Re: Penganggaran dalam Pengadaan Barang/Jasa

Postoleh Joko Riswanto » 14 Jul 2012, 19:14

mas.boed menulis:Salam hormat rekan2....

Langsung to the point :
1. Mengacu Perpres 54/2010 pasal 23 (2), ada beberapa item yang harus disediakan dalam hal penganggaran terkait dengan pengadaan barang/jasa. Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya :
a. Dalam perencanaan anggaran, hal-hal apa yang menjadi detail kegiatan yang bisa dimunculkan dalam rangka pengadaan barang/jasa?
b. Untuk pekerjaan konstruksi, apakah item2 tersebut masuk dalam Belanja Modal?? Mengingat pada Peraturan Menteri Keuangan (maaf saya lupa nomornya) hal tersebut merupakan belanja barang.
c. Apakah pembelian sarana untuk memperlancar kegiatan berupa pembelian alat pengolah data (laptop,printer, dsb) bisa dimunculkan dalam rangka pengadaan barang/jasa tersebut? Ataukah dalam paket tersendiri/pengadaan tersendiri?
2. Mengacu pada Permen PU No. 45/PRT/M/2007, instansi yang akan melaksanakan pekerjaan konstruksi harus mengajukan permohonan ke Dinas Cipta Karya terdekat untuk pemberian bantuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Selanjutnya Dinas Cipta karya akan memberikan bantuan teknis berupa personil dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Terkait hal tersebut :
a. Biaya apa saja yang bisa muncul?? Apakah honorarium,biaya rapat atau transportasi untuk personil teknis bisa ? Mengingat dalam Standar Biaya Umum (SBU) 2012 tidak disebutkan.
b. Apakah besarnya honorariumnya sama dengan Panitia?Atau adakah acuan (aturan) lain yang mengatur besarnya honor pengelola teknis dari Cipta Karya?
3. Terkait pada pertanyaan 1 dan 2, apabila bisa dimasukkan dalam penganggaran pengadaan barang/jasa bagaimana pertanggungjawabannya (SPJ)?
Mohon pencerahan dari rekan2 skalian.... Terima kasih....



Menurut pendapat dan pengetahuan Saya
1 a. Anggaran yang perlu di anggarankan dalam penyususnan antara lain
- Anggaran untuk pengadaan barang/jasa itu sendiri
- Anggaran untuk Honor Panitia lelang dan Tim penerima hasil pengadaan
- kalo memang diperlukan anggarkan juga operasional untuk kegiatan tersebut (ATK dan perlengkapan baya perjalanan untuk survey harga pasar/ peinjauan lapangan)
b. dalam pekerjaan konstruksi anggaran tersebut bisa di pecah, apa bila sudah di pecah berdasarkan item tersebut maka anggaran pendukung tersebut menggunakan akun 52 (belanja barang) tetapi apa bila anggarn tersebut belum di pecah (masih menjadi satu antara perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan tetap menggunakan akun 53 (belanja modal) dengan pembagian alokasi berdasrkan Permen PU no 45 tahun 2007
c. untuk pengadaan komputer, laptop printer harus di anggarkan tersendiri dan bukan include dengan pengadaan tersebut, karena barang-barang tersebut akan di catat juga dalan BMN (Barang milik Negara) kecuali kalo kita sewa peralatan tersebut dapat di alokasikan dari komponen biaya pengeloaan
2 a. untuk kegiatan pembangunan gedung negara/ pemerintah harus ada pembimbing teknis kegiatan yang berasal dari kementerian/ dinas pekerjaan umum..komponen biaya yang dialokasikan untuk tim tersebut sebesar 35% dari jumlah biaya pengelolaan proyek. di bayarkan untuk honor sesuai dengan SSH Standart Satuan Harga yang ditetapkan oleh prmda setempat, komponen seperti transportasi,operasioanl pembimbing teknsi, bisa di bibayarkan sesuai dengan riil cost yang dikeluarkan.
b. besaran honor tersebut di bayarkan maksimal sesuai dengan SSH (standart satuan Harga) yang dikeluarkan oleh Dinas Cipta karya setempat (per bulan selama pekerjaan berlangsung)
c. untuk panitia berdasarkan SBM pertanggungjawabanya adalah seperti pembayan honor - honor lainya (SK dari Kepala Kantor, Amparh, laporan pelaksanaan kegiatan)

ini menurut pendapat pribadi saya, tolong bapak/ ibuk sempurnakan dan koreksi jika ada yang salah
terima kasih
Joko Riswanto
Newbie
Newbie
 
Post: 23
Bergabung: 30 Jan 2012, 11:02
Lokasi: Tanjungpinang

tulis komentar


Kembali ke Umum

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu