PPK Versus PPTK

[ Komentar Facebook]

Diskusi tentang hal-hal yang bersifat umum, seperti organisasi pengadaan, aturan-aturan di luar Perpres 54/2010, dan lain-lain

Re: PPK Versus PPTK

Postoleh eend29 » 05 Okt 2011, 15:09

PPTK Jadi PPK rasanya nggak mungkin, karna perpres 54 dimana syarat menjadi PPK psl 12 2.f;tidak menjabat sebagai pengelola keuangan, PPTK ,pejabat penatausahaan keuangan (PPK),Pengguna anggaran,Bendahara penerimaan dan pengeluaran adalah pejabat pengelola keuangan.
eend29
Newbie
Newbie
 
Post: 1
Bergabung: 05 Okt 2011, 14:59

Re: PPK Versus PPTK

Postoleh irwana » 05 Okt 2011, 17:22

eend29 menulis:PPTK Jadi PPK rasanya nggak mungkin, karna perpres 54 dimana syarat menjadi PPK psl 12 2.f;tidak menjabat sebagai pengelola keuangan, PPTK ,pejabat penatausahaan keuangan (PPK),Pengguna anggaran,Bendahara penerimaan dan pengeluaran adalah pejabat pengelola keuangan.

Bisa dengan merevisi/merubah aturannya untuk mengatur istilah PPK dan PPTK.
Udk istilah PPTK ada di PP58/2005.
ctt: PPTK tidak termasuk dalam pasal 12 2 f.
irwana
Procurement Senior Lv. 1
Procurement Senior Lv. 1
 
Post: 529
Bergabung: 10 Jul 2011, 08:09

Re: PPK Versus PPTK

Postoleh tengku denny » 02 Nov 2011, 22:32

MOHON BANTUANNYA BPK2...Boleh gak kepala bidang (kabid) menjadi PPTK?ada ketentuan yang mengatur tentang siapa yang bisa menjadi PPK dan PPTK?terimakasih...
tengku denny
Newbie
Newbie
 
Post: 6
Bergabung: 02 Okt 2011, 11:11

Re: PPK Versus PPTK

Postoleh anto cq41 » 03 Nov 2011, 00:36

tengku denny menulis:MOHON BANTUANNYA BPK2...Boleh gak kepala bidang (kabid) menjadi PPTK?ada ketentuan yang mengatur tentang siapa yang bisa menjadi PPK dan PPTK?terimakasih...

http://inspektoratsulsel.org/siapa-yang ... -dan-jasa/

http://inspektoratsulsel.org menulis:Artikel ini ditulis oleh Inspektur Pembantu Wilayah IV Inspektorat Prov. Sulsel, Abidin Sabang, SE. Dalam artikel ini, penulis mencoba menjelaskan posisi PPTK dan PPK dalam proses pengadaaan barang dan jasa pemerintah.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang siapakah yang menjadi PPTK dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, penting kiranya kita memahami beberapa pengertian dasar untuk menyamakan persepsi dan mempermudah pemahaman terkait hal yang akan dijelaskan dalam tulisan ini.

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggung jawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. Sedangkan Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.

Merujuk pada beberapa peraturan yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa dan pengelolaan keuangan daerah, dimana dijelaskan bahwa yang menetapkan / menunjuk PPTK dan PPK terdapat perbedaan, seperti dijelaskan dalam Perpres No.54 Tahun 2010 bahwa PPTK adalah sebagai salah satu tim pendukung yang dibentuk oleh PPK untuk melaksanakan program /kegiatan SKPD di lingkungannya.

Hal ini berbeda dengan penjelasan Permendagri No 3 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran dilingkungan Depdagri pasal 7 dijelaskan bahwa KPA menetapkan PPK, PPTK, serta pejabat yang tugasnya melakukan pengujian SPP dan menandatangani SPM, bendahara pengeluaran; panitia dan/atau pejabat pengadaan barang/jasa.

Lebih lanjut dijelaskan dalam pasal 13 Permendagri Nomor 3 tahun 2011 bahwa PPTK ditetapkan oleh Pejabat Struktural satu tingkat di bawahnya dan dalam unit kerja yang sama dengan pejabat yang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja (diangkat oleh PPK) yang ditunjuk oleh kepala SKPD.

Dari uraian diatas, dapat difahami bahwa PPTK yang dimaksud dalam PP. No. 58 tahun 2005 dan Pasal 12 Permendagri No. 13 tahun 2006 dan perubahannya, adalah Pejabat yang ditunjuk oleh PA/KPA untuk melaksanakan sebagian kewenangan Pengguna Anggaran dengan tugas mengendalikan secara Teknis dan Administratif terhadap pelaksanaan Kegiatan. Sedangkan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) diatur dalam Perpres No.54 Tahun 2010 adalah Pejabat yang bertanggungjawab atas Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa, dan mendapat limpahan sebagian kewenangan dari KPA/PA pada Bidang Pengadaan Barang dan Jasa.

Selanjutnya PPTK dalam melaksanakan tugas pokoknyanya pada prinsipnya merupakan Asisten Teknik artinya PPTK itu adalah pembantu PA/KPA/PPK untuk melaksanakan kegiatan di SKPDnya dan bertanggung jawab atas kemajuan dan kesuksesan kegiatan di lapangan. Karena keterlibatan dan tanggungjawab PPTK dalam pelaksanaan kegiatan besar, maka seyogianya PPTK ikut terlibat dalam pengaturan, pengendalian dan pengalokasian dana pada kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dengan cara ikut bertanggungjawab dan menandatangani laporan kemajuan fisik kegiatan, serta diberikan wewenang penuh untuk menegur pihak pelaksana yang lalai dan lamban dalam menjalankan tugasnya yang akan ddijadikan bahan laporan pertanggungjawaban pada PA/KPA.

Kepala SKPD dalam melaksanakan tugasnya selaku PA/KPA berwenang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja sesuai yang diatur dalam pasal 6 ayat (2) huruf b). UU No. 1 Tahun 2004, Wewenang tersebut dapat didelegasikan PA kepada PPK antara lain untuk melakukan penandatanganan kontrak. PPTK dapat juga berperan sebagai PPK bilamana wewenang tersebut telah didelegasikan oleh PA/KPA kepada PPTK. Namun bilamana PPTK tidak menerima pendelegasian wewenang, maka PPTK tidak dapat berperan sebagai PPK.

Selanjutnya penjelasan SE Bersama Mendagri Nomor : 027/824/SJ dan Kepala LKPP No. 1/KA/LKPP/03/2011 tanggal 16 Maret 2011, dimana Pemerintah Daerah dalam Kedudukan, Tugas Pokok, dan wewenang sebagai PPK, PA/KPA, serta PPTK, sesuai yang diatur dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 dan PP No. 58 Tahun 2005 jo. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang diubah dengan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007, maka hal-hal yang perlu dilaksanakan adalah :

(1) Dalam hal Pengguna Anggaran (PA) belum menunjuk dan menetapkan PPK, maka :

a. PA menunjuk KPA

b. KPA bertindak sebagai PPK. Dalam hal ini KPA harus memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa.

c. KPA sebagai PPK dapat dibantu oleh PPTK

(2) Dalam hal kegiatan SKPD tidak memerlukan KPA seperti Kecamatan atau Kelurahan, maka PA bertindak sebagai PPK sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010;

(3) Untuk pengadaan barang/jasa yang sudah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran Bersama ini, PA/KPA yang telah menunjuk dan menetapkan PPK sesuai dengan tugas pokok dan kewenangannya dalam pengadaan barang/jasa, maka:

a. PPK tetap melaksanakan tugas dan wewenang sebagai PA/KPA untuk menandatangai kontrak sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005

b. PPK dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh PPTK sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005

Untuk Informasi lebih lanjut bahwa PPK pada Pemerintah Prov/Kab /Kota baru, wajib memiliki sertifikat keahlian PBJ paling lambat 1 Januari 2012 (pasal 127 huruf (b) Pepres Nomor 54 Tahun 2010). PPK tahun 2011 pada instansi pemerintah pusat diwajibkan memiliki sertifikat keahlian PBJ. Sedangkan PPK di pemerintah daerah baru wajib bersertifikat tahun 2012.

Bahwa PPK SKPD dapat berjumlah lebih dari satu orang, disesuaikan dengan beban kerja dan rentang kendali. Tim pendukung dan tim teknis dapat dibentuk oleh PPK dalam rangka membantu tugas PPK. Tim teknis tersebut dapat berasal dari SATKER (unit kerja) yang bersangkutan dan atau dari instansi teknis terkait, misalnya Dinas PU untuk pekerjaan konstruksi.

Pejabat pengadaan dapat melakukan transaksi pengadaan barang dengan pengadaan langsung. Namun proses pembayaran tetap dilakukan oleh PPK sebagai pejabat yang diberikan tugas/wewenang untuk menandatangani kontrak, tujuannya antara lain pengesahan tanda bukti pembayaran dan pertanggungjawaban keuangan.

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat kami simpulkan bahwa Kepala SKPD dalam melaksanakan tugasnya selaku pejabat PA/KPA berwenang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja sesuai yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 2004 pasal 6 ayat (2) huruf b). Wewenang tersebut dapat didelegasikan PA kepada PPK antara lain untuk melakukan penandatanganan kontrak.

PPTK dapat berperan sebagai PPK bilamana wewenang tersebut telah didelegasikan oleh PA/KPA kepada PPTK. Namun bilamana tidak menerima pendelegasian wewenang, maka PPTK tidak dapat berperan sebagai PPK.

BAHAN RUJUKAN

1) Undang-Undang Nomor. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

2) Peraturan Pemerintah Nomor.58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan daerah

3) Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan barang dan Instansi pemerintah

4) Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Permendagri No.59 Tahun 2007, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran dilingkungan Departemen Dalam Negeri

Surat Edaran Bersama Mendagri Nomor : 027/824/SJ dan Kepala LKPP No :1/KA/LKPP/03/2011 tanggal 16 Maret 2011 Perihal pelaksanaan Perpres No.54 tahun 2010 tentang Pengadaan barang dan Instansi pemerintah yang dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan daerah

Posted in Artikel | admin May 3, 2011
anto cq41
Newbie
Newbie
 
Post: 85
Bergabung: 27 Sep 2011, 08:33

Re: PPK Versus PPTK

Postoleh aby » 13 Des 2011, 19:18

Dari website LKPP dapat dilihat link berikut http://www.lkpp.go.id/v2/konsultasi/ind ... id=173#q_2
aby
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
 
Post: 164
Bergabung: 12 Apr 2011, 17:40

tulis komentar

Sebelumnya

Kembali ke Umum

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Google [Bot] dan 1 tamu